PALU – Jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menemui Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam rangka memastikan kesiapan energi di Bumi Tadulako.
Pertemuan berfokus pada pengamanan stok BBM dan LPG menjelang bulan suci Ramadan, optimalisasi pendapatan daerah, hingga solusi nyata bagi para nelayan.
Audiensi tersebut dipimpin Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, bersama jajaran manajemen.
Sejumlah isu utama dibahas, mulai dari kesiapan pasokan BBM dan LPG menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri, kontribusi BBM terhadap pendapatan daerah, hingga percepatan pembangunan SPBUN sebagai solusi pemenuhan BBM bagi nelayan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menyampaikan, Pertamina terus memastikan keandalan distribusi energi di Sulawesi Tengah, terutama pada periode dengan potensi peningkatan konsumsi.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tengah bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadan tanpa perlu khawatir mengenai ketersediaan pasokan BBM maupun LPG. Pertamina telah memetakan titik-titik krusial dan menyiapkan proyeksi penyaluran ekstra untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas warga,” tegas Deny.
Selain kesiapan stok, pertemuan ini juga membahas kontribusi besar sektor migas terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
Pertamina terus mendorong transparansi dan efisiensi agar setiap tetes BBM yang digunakan masyarakat berdampak langsung pada pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan di Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Pertamina dalam menjaga roda ekonomi daerah.
“Pemerintah Provinsi sangat mengapresiasi keterbukaan dan gerak cepat Pertamina. Kontribusi PBBKB merupakan pilar penting bagi APBD kami. Saya berharap sinergi ini terus terjalin, terutama dalam mengawal distribusi BBM subsidi agar tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak,” ujar Gubernur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menyampaikan, penyaluran energi oleh Pertamina tidak hanya memastikan ketersediaan BBM dan LPG, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah melalui kontribusi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
“Setiap distribusi BBM yang disalurkan Pertamina di Sulawesi Tengah berkontribusi langsung terhadap pendapatan daerah melalui PBBKB, yang berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Rum.
Ia menambahkan, Pertamina terus berkomitmen menjaga akurasi dan transparansi penyaluran BBM agar manfaat fiskal yang dihasilkan dapat dirasakan secara optimal oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat Sulawesi Tengah.
Mengenai tantangan akses BBM bagi masyarakat nelayan, Pertamina dan Pemprov Sulawesi Tengah sepakat mempercepat pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Langkah ini diambil untuk memutus rantai kelangkaan dan mempermudah nelayan melaut tanpa terbebani biaya logistik BBM yang tinggi. ***

