MOROWALI – Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) resmi merealisasikan kesepakatan kerja sama, Sabtu (17/01).

Fusi dalam program mewujudkan kawasan industri berkelanjutan itu sekaligus menandai langkah substantif kedua pihak mengimplementasikan deklarasi bersama pembangunan rantai industri mineral.

Delegasi UNIDO, Kementerian Perindustrian Indonesia, Asosiasi Nikel Internasional, Asosiasi Pertambangan Nikel Indonesia, serta perwakilan perusahaan hulu dan hilir industri nikel, termasuk mitra hingga lembaga keuangan turut menjadi saksi momen bersejarah tersebut.

Dalam tiga tahun ke depan, IMIP dan UNIDO akan bekerja sama dalam empat bidang utama, mulai dari akselerasi pembangunan kawasan industri berbasis ekologi, penataan rantai pasok mineral hijau, pengembangan masyarakat, serta peningkatan keahlian.

Di bawah arahan UNIDO, IMIP akan mengikuti standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sistem internasional dalam mengondisikan lingkungan sekitar konsesi, masyarakat, perusahaan yang beroperasi di kawasan dan para mitra pada setiap mata rantai industri.

Tujuannya untuk bersama membangun proyek percontohan kawasan industri berkelanjutan yang dapat dicontoh sekaligus mencapai target sesuai standar PBB dan visi “Indonesia Emas 2045”.

Proyek kerja sama itu juga menyerukan inisiatif bersama bagi perusahaan-perusahaan di dalam kawasan untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan proyeksi tersebut.

Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO, Ciyong Zou, bersama rombongan melakukan kunjungan lapangan ke pabrik produksi, pelabuhan, museum, pusat pengalaman keselamatan (safety experience hall), dan lokasi lainnya.

Mereka meninjau secara rinci langkah-langkah konkret terkait pengurangan karbon dan emisi, keselamatan, serta perlindungan lingkungan dalam proses peleburan dan pengolahan bijih nikel, sekaligus menyaksikan secara langsung capaian kawasan dalam produksi hijau, inovasi teknologi, dan tata kelola ESG.

“Kami kagum melihat perkembangan pesat di kawasan IMIP dan mengapresiasi upaya aktif pengelola dalam menjalankan tanggung jawab sosial serta mendorong pengembangan masyarakat,” katanya.

Lanjut dia, kunjungan lapangan ini membuat UNIDO melihat potensi besar IMIP dalam membangun kawasan industri berkelanjutan.

“Kami yakin kerja sama ini akan memberikan contoh nyata bagi kawasan industri berkelanjutan lainnya di dunia,” kata Zou.

Sementara itu Perwakilan Kementerian Perindustrian, Rahmayanti, mengaku, sejak tahun 2020, Pemerintah Indonesia dan UNIDO telah melaksanakan Global Eco-Industrial Parks Programme (GEIPP) dan meraih hasil baik.

Menurutnya, kapasitas UNIDO dalam peningkatan efisiensi energi, identifikasi jalur penurunan emisi, serta pembangunan sistem simbiosis industri sangat penting untuk mempercepat transformasi industri hijau dan pengembangan hilirisasi sumber daya mineral, sangat penting bagi Indonesia.

“Kami berharap kerja sama ini dapat mencapai keberhasilan dan menjadi contoh transformasi serta peningkatan kawasan industri berbasis hilirisasi sumber daya alam. Semoga pengalaman ini dapat direalisasikan pada kawasan industri lain,” ujar Rahmayanti.

Wakil CEO Eternal Tsingshan Group, Zhang Fan. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT IMIP itu, meyakini, pihaknya dapat membangun model baru kawasan industri berkelanjutan yang aman, sehat, hijau, inklusif, dapat direplikasi, dan dipromosikan.

“IMIP akan memanfaatkan kapasitas internasional UNIDO bersama para mitra rantai industri untuk mendorong transformasi hijau rendah karbon serta penguatan kapasitas tata kelola, meningkatkan infrastruktur dan kemampuan pada pelayanan publik,,” katanya, Selasa (20/01).

Selain itu, kata dia, akan menjadikan Morowali sebagai percontohan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia hingga memberi manfaat bagi masyarakat. ***