PALU — Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat (PBA), Dr. H. Mohsen Alaydrus, MM, memberikan sejumlah masukan pada pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Gedung Almuhsinin, Senin (19/1) pagi.
Dalam sambutan singkatnya, ketum PBA menekankan pentingnya menjadikan Muswil untuk mengkonsolidasikan organisasi, penyatuan frekuensi, serta peneguhan kembali filosofi dasar perjuangan perhimpunan Alkhairaat yang berlandaskan dakwah, Pendidikan dan sosial.
Menurut Mohsen, WIA memiliki peran strategis dalam melanjutkan cita-cita perjuangan Guru Tua (Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri) yang sejak awal telah memberi ruang besar bagi peran perempuan dalam membangun pendidikan, akhlak, dan peradaban umat.
“Peran perempuan dalam Alkhairaat bukan hal baru. Sejak awal perjuangan, perempuan telah menjadi bagian penting dalam dakwah dan pendidikan. Ini harus terus diperkuat dan dikembangkan,” ujarnya.
Mohsen juga mengingatkan agar program kerja WIA ke depan disusun secara realistis, terukur, dan berbasis prioritas. Ia menilai, program yang terlalu idealis tanpa perhitungan kemampuan sumber daya dan pendanaan berpotensi tidak terlaksana secara maksimal.
“Tidak perlu terlalu banyak program, cukup beberapa yang benar-benar bisa dilaksanakan dan memberi dampak nyata bagi umat dan organisasi,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong WIA Sulawesi Tengah untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui transformasi digital, terutama dalam tata kelola organisasi, administrasi, dan layanan kepada anggota. Pemanfaatan teknologi dinilai penting agar organisasi lebih efektif, efisien, dan responsif.
Dalam bidang ekonomi dan pendidikan, Mohsen mendorong WIA untuk ikut berperan aktif dalam penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat, serta mendukung pengembangan lembaga pendidikan Alkhairaat sebagai basis utama perjuangan. Ia juga berharap, melalui Muswil ini, WIA Sulawesi Tengah dapat melahirkan kepengurusan yang solid, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Alkhairaat.
“Ekonomi yang kuat akan menopang pendidikan dan dakwah. WIA memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi produktif berbasis keluarga dan komunitas,” katanya.

