PALU – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah Hatamuddin Thamrin mengatakan, capaian pengumpulan Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) tahun 2025 sebesar Rp 4.1 miliar, dari target yang ditetapkan sebesar Rp5 miliar.
Capaian ZIS tersebut kata Hatamuddin, sebesar 82,55 persen yang terlaksana. Sementara untuk penyaluran atau pendistribusian terealisasi sebesar Rp3,8 miliar dari target Rp4,6 miliar lebih.
“Alhamdulilah capaian pengumpulan tahun 2025 hampir mencapai 100 persen, yang tentunya tahun 2026 target tersebut akan ditingkatkan lagi sebesar Rp6,7 miliar lebih. Insya Allah ini bisa terlaksana,” kata Hatamuddin.
Dirinya bersama sejumlah pimpinan lain yang baru bekerja beberapa bulan sejak dilantik, akan berupaya semaksimal mungkin amanah yang dipercayakan dengan berbagai program umat yang terintegrasi dengan program pemerintah daerah.
Sepuluh program unggulan BAZNAS Pusat yang harus dijabarkan di darat yakni, Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Micro finance, Kampung Zakat, Santri Preneur, Beasiswa, Z Mart, Z Auto, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrim, Stunting dan BAZNAS Tanggap Bencana.
Sementara program prioritas BAZNAS Sulteng ada lima yakni, Sulteng Sejahtera, Sulteng Cerdas, Sulteng Sehat, Sulteng Peduli dan Sulateng Taqwa.
“Insya Allah program-program ini akan terimplementasikan, bila dorongan pemerintah daerah serta masyarakat akan sadar pada Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) yang mempercayakan pada BAZNAS, maka apa yang menjadi harapan kita semua bisa terlaksana,” ujarnya.
Tahun 2026 ini lanjutnya, pihaknya akan mengintegrasikan program Pemda Provinsi Sulawesi Tengah dan Kanwil Agama Sulteng diantaranya, pemberdayaan kampung zakat serta kampung mualaf, bedah rumah layak huni, karena program ini akan sangat membantu mustahil yang kurang mampu.
“Dalam kampung zakat dan mualaf ini sejumlah program akan diturunkan seperti, bantuan konsumtif bagi Lansia yang tidak bisa lagi bekerja, serta bantuan produktif dengan memberikan modal bagi usaha UMKM maupun peternakan,” kata Hatamuddin.
Hady

