DONGGALA – Sekretaris Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Donggala, Andi Irwan A. Mahmud, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus penyesalan atas iralnya hiburan “goyang erotis” dalam acara peringatan Isra Mi’raj di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Andi Irwan, tindakan tersebut sangat tidak relevan dan mencederai nilai-nilai religiusitas dari peringatan perjalanan suci Nabi Muhammad SAW. Hiburan yang tidak senafas dengan nilai Islam itu seharusnya tidak mendapatkan tempat dalam acara hari besar keagamaan.

Kejadian ini lanjutnya, menunjukkan lemahnya koordinasi dan pengawasan panitia dalam menyaring konten hiburan yang disuguhkan kepada masyarakat.

“Peringatan Isra Mi’raj seharusnya menjadi sarana edukasi spiritual, bukan justru menyajikan tontonan yang jauh dari norma kesopanan,” tegas Andi Irwan kepada MAL Online, Ahad (18/1).

Pihaknya sangat menyesalkan atas kejadian tersebut. Isra Mi’raj adalah momentum sakral bagi umat Islam untuk mempertebal keimanan, bukan panggung untuk hiburan yang menjurus pada kevulgaran.

Hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pengurus lembaga keagamaan dan panitia hari besar Islam agar lebih selektif dan menjaga marwah agama, dan bila hal itu memberikan efek negatif bagi kalangan, sejatinya lembaga keagamaan Islam yang ada di wilayah itu memberikan peringatan.

Menutup pernyataannya itu, Andi Irwan berharap agar kejadian di Banyuwangi tersebut tidak terulang di daerah lain, termasuk di Kabupaten Donggala. Ia mengimbau agar setiap peringatan hari besar Islam dikembalikan pada khitahnya, yakni di isi dengan dakwah, zikir, dan kegiatan yang memberikan manfaat spiritual bagi umat.

“Jangan sampai niat baik untuk memperingati hari besar Islam justru ternodai oleh hal-hal yang bersifat hura-hura dan melanggar etika,” pungkasnya.