MAROS – Serpihan Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang sempat dilaporkan hilang kontak akhirnya berhasil ditemukan oleh warga pada Sabtu (17/01/2026) sore.
Namun, hingga malam hari, tim penyelamat belum dapat menjangkau langsung lokasi pesawat akibat kondisi medan yang berat.
Informasi penemuan pesawat disampaikan oleh petugas SAR gabungan sekitar pukul 16.33 WITA. Pesawat diketahui berada di kawasan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tepatnya di wilayah Leang-leang.
Petugas SAR, Agung Laksamana, menyebutkan pesawat diduga melakukan pendaratan darurat di area tersebut. “Mendarat darurat di Leang-leang,” ujar Agung dalam rilis yang diterima media, Sabtu (17/01/2026) malam.
Berdasarkan laporan awal di lapangan, posisi pesawat berada di area tengah hutan dengan akses yang terbatas. Hingga informasi ini diterima, belum ada tim SAR yang berhasil mencapai titik lokasi secara langsung karena harus menembus medan terjal dan vegetasi yang rapat.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 WITA saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
General Manager AirNav Makassar, Kristanto, menjelaskan bahwa kontak terakhir pesawat terdeteksi di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.
“Posisi terakhir pesawat berada di sekitar koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur,” kata Kristanto.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait masih melakukan upaya untuk menjangkau lokasi penemuan pesawat serta menyiapkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan evakuasi melalui jalur darat maupun udara, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan personel di lapangan.*

