PALU, Pengurus Wilayah Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (PW-FNPBI) Sulawesi Tengah (Sulteng) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengurus Kabupaten FNPBI Parigi Moutong (Parimo) kepada Mohammad Sofyan, yang ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Kabupaten (PK-FNPBI) Parigi Moutong.
Penyerahan SK bernomor 003/SK/PW-FNPBI-SULTENG/I/2026 dilakukan langsung oleh Ketua DPW-FNPBI Sulteng Abd Wahyudin, didampingi Sekretaris Wilayah, Agus Randi, bertempat di Sekretariat FNPBI Sulteng, Jalan Moh Thamrin No.73, Kota Palu.
Ketua Wilayah FNPBI Sulteng Abd Wahyudin, menegaskan bahwa terbentuknya kepengurusan FNPBI Parimo merupakan langkah strategis untuk memperkuat barisan perjuangan buruh di tingkat daerah.
“Kami berharap kepengurusan di Kabupaten Parimo mampu memperkuat solidaritas antar buruh, menjadikan organisasi sebagai rumah bersama kokoh, demokratis, dan berkeadilan. Kepengurusan juga harus meningkatkan kapasitas kader dan anggota melalui pendidikan, pelatihan, serta pengorganisasian berkelanjutan,” tegasnya.
Senada, Sekretaris Wilayah FNPBI Sulteng Agus Randi,menekankan bahwa pengukuhan kepengurusan baru membawa semangat baru perjuangan buruh di Sulteng.
“Moto Penguatan Industri Nasional untuk Kesejahteraan menjadi kompas perjuangan kita. Kita ingin memperkuat basis industri dalam negeri, memastikan hak-hak buruh terlindungi, serta mendorong kesejahteraan adil bagi seluruh pekerja. Dengan solidaritas dan komitmen bersama, kita teguhkan langkah membangun industri nasional berdaya saing dan mensejahterakan rakyat,” ujarnya.
Sementara, Ketua PK-FNPBI Parimo, Mohammad Sofyan, menyatakan kesiapannya mengemban amanah organisasi dan menjadikan FNPBI sebagai garda depan perjuangan buruh di daerah.
“Penyerahan SK ini bukan sekadar penetapan struktural, tetapi penegasan arah perjuangan. FNPBI Parimo kami bangun sebagai rumah perjuangan buruh tempat bersatu, belajar, dan berjuang secara kolektif. Kami memperkuat konsolidasi basis, memperluas pendidikan kader, serta hadir nyata membela hak-hak buruh,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa kepengurusan FNPBI Parimo bergerak sejalan dengan garis perjuangan PW dan PP, mendorong industrialisasi nasional berpihak pada pekerja, serta memastikan buruh menjadi subjek utama pembangunan.
“Kami ingin buruh Parimo berdiri tegak, berdaulat secara organisasi, dan berdaya secara ekonomi. Dengan solidaritas kuat, kami siap menjadikan FNPBI sebagai kekuatan sosial diperhitungkan,” tambahnya.
Dengan penyerahan SK tersebut, PW-FNPBI Sulteng optimistis kepengurusan baru FNPBI Parimo memperkuat gerakan buruh terorganisir, progresif, dan berkeadilan sosial.***

