PALU– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, mengikuti kegiatan Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara nasional dan terpusat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon, Kamis.
Untuk wilayah Sulawesi Tengah, kegiatan tersebut dipusatkan di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Palu yang berlokasi di Desa Langaleso, Kabupaten Sigi, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Kegiatan Panen Raya Serentak Pemasyarakatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mendorong pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian dan perkebunan produktif dan berkelanjutan.
Berdasarkan data hasil panen dihimpun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjen Pas Sulteng) dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah, capaian panen menunjukkan hasil sangat positif. Tercatat 14 UPT Pemasyarakatan terlibat dengan 12 jenis komoditas pertanian, menghasilkan total panen sebanyak 1.003 kilogram dari luas lahan mencapai 18.407 meter persegi.
Komoditas terbanyak dipanen adalah jagung sebanyak 200 kilogram. Dari keseluruhan hasil panen tersebut, nilai hasil penjualan mencapai Rp6.685.000, dengan estimasi keuntungan sebesar Rp2.646.000. Sebanyak setengah dari keuntungan, yakni Rp1.323.000, dialokasikan sebagai bagian dari pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.
Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan 90 orang, terdiri dari 64 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), 4 anak binaan, serta 22 klien pemasyarakatan, secara aktif terlibat dalam proses pengolahan lahan hingga panen.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, mengatakan, bahwa Panen Raya Serentak tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan berbasis kemandirian dilakukan jajaran Kanwil Ditjen Pas Sulteng.
“Panen raya ini bukan sekadar memanen hasil pertanian, tetapi juga memanen harapan. Kami mendukung penuh peran Kanwil Ditjen Pas Sulteng dalam memastikan warga binaan mendapatkan bekal keterampilan, etos kerja, dan kepercayaan diri agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif,” ujar Rakhmat.
Ia yang juga merupakan lulusan akademi ilmu pemasyarakatan menambahkan, kolaborasi lintas sektor dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas.
“Melalui SAE, pemasyarakatan tidak lagi dipandang sebagai tempat pembinaan semata, tetapi sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Tengah, Mangatas Nadeak, serta perwakilan unsur Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah dan mitra kerja terkait.
Dengan terlaksananya Panen Raya Serentak Pemasyarakatan tersebut, Kanwil Kemenkum Sulteng berharap program pembinaan kemandirian warga binaan terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi, serta memperkuat peran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia di daerah.***

