PALU — Organisasi Pecinta Alam Dolo (PALADO) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan sebanyak 128.000 liter air bersih bagi warga terdampak krisis air bersih pascabencana di Kota Padang.
Penyaluran bantuan tersebut, dilakukan melalui kolaborasi dengan Rumah Zakat sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, hingga kini masih mengalami keterbatasan akses air.
Distribusi air bersih dilakukan di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Gurun Laweh, Gantiang Parak Gadang, Gunung Pangilun, Jati, dan Simpang Haru, yang tersebar di Kecamatan Padang Timur, Padang Utara, dan Nanggalo.
Di beberapa titik, warga dilaporkan telah hampir satu bulan tidak mendapatkan aliran air bersih, sehingga sangat bergantung pada bantuan distribusi air.
Penyaluran dilakukan secara rutin setiap hari selama satu pekan di beberapa titik lokasi.
Air bersih tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, mulai dari kebutuhan minum, memasak, mandi, hingga keperluan rumah tangga lainnya yang sebelumnya sulit terpenuhi akibat terputusnya pasokan air.
Salah satu warga penerima manfaat, Yati, menyampaikan rasa syukur atas bantuan diterima.
“Kami sudah lama kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada Palado dan Rumah Zakat yang hadir dan peduli dengan kondisi kami,” ujarnya.
Relawan Rumah Zakat, Nico, menjelaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak krisis air.
“Di beberapa wilayah, air sudah lama tidak mengalir. Dengan dukungan PALADO, distribusi air bersih dapat dilakukan secara rutin agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” katanya.
Aksi penyaluran air bersih di Kota Padang tersebut memperkuat rekam jejak PALADO sebagai gerakan respons akar rumput, konsisten hadir dalam kerja-kerja kemanusiaan berbasis solidaritas lintas pulau.
Sebelumnya, PALADO menjadi berhasil menghimpun donasi sebesar Rp10 juta melalui aksi solidaritas selama tiga hari di Kota Palu dan Kabupaten Sigi untuk membantu para penyintas bencana alam di Sumatera dan Aceh. Aksi tersebut digerakkan secara swadaya oleh relawan dan disertai laporan pertanggungjawaban terbuka kepada publik.
Koordinator Lapangan PALADO, Mohammad Lutfi, menegaskan bahwa setiap aksi kemanusiaan yang dilakukan tidak hanya merespons krisis, tetapi juga membawa pesan keadilan ekologis.
“Dari Dolo ke Sumatera dan Aceh hingga Padang hari ini, kami bergerak karena solidaritas lintas pulau adalah kekuatan rakyat, dan menjaga alam adalah prasyarat keadilan bagi manusia,” tegasnya.
Sebagai organisasi pecinta alam yang berdiri sejak 1997 dan berkedudukan di Desa Kotapulu Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi, PALADO aktif dalam pendidikan kepecintaalaman, pelestarian lingkungan, serta respons cepat kebencanaan.
Aksi penyaluran air bersih ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PALADO dalam memperkuat solidaritas sosial, kepedulian kemanusiaan, dan kesadaran kolektif bahwa krisis air dan bencana ekologis merupakan tanggung jawab bersama.***

