PALU – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sulawesi Tengah sejak pagi, Ahad (11/01), menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Data dan informasi yang diperoleh media.alkhairaat.id Genangan air dilaporkan terjadi di Kabupaten Donggala, Morowali, dan Sigi, dengan dampak paling parah berupa terputusnya akses jalan, jembatan gantung, serta pemadaman listrik di beberapa desa.
Di Kabupaten Donggala, banjir merendam Desa Wani Lumbumpetigo, Kecamatan Tanantovea. Air mulai naik sekitar pukul 10.00 WITA dan mencapai ketinggian setara pinggang orang dewasa.
Genangan tersebut merendam rumah warga serta akses jalan utama desa, memicu kekhawatiran masyarakat karena debit air terus meningkat hingga siang hari.
Sementara itu, Kecamatan Balaesang Tanjung mengalami dampak serius dengan akses jalan antar desa putus total akibat derasnya aliran air sejak pagi. Selain menghambat mobilitas warga, banjir juga menyebabkan listrik padam dan sejumlah rumah terendam.
Tak hanya itu, jembatan gantung di Desa Lumbubaka, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, dilaporkan putus diterjang banjir yang membawa material kayu dari hulu.
Di Kota Palu, flyover Pantoloan sempat tergenang air akibat hujan lebat sejak pagi. Namun hingga siang hari, tidak ditemukan kerusakan struktural yang signifikan.
Sementara di Kabupaten Morowali, kawasan industri Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, dilaporkan terdampak banjir sebelumnya. BMKG memperkirakan potensi genangan tambahan masih mungkin terjadi akibat hujan ringan yang berlanjut hingga sore hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca untuk wilayah Sulawesi Tengah pada 11 Januari 2026. BMKG memprediksi hujan ringan di wilayah Sigi dan Morowali, serta potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di Kota Palu.
Masyarakat di daerah rawan diimbau tetap waspada terhadap banjir bandang dan longsor, mengingat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Selain pemadaman listrik sementara di Desa Wani Lumbumpetigo, hingga kini belum ada laporan kerusakan pada bendungan, sistem penyediaan air minum (SPAM), maupun bangunan publik lainnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah masih melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan di lapangan.
Hingga pukul 14.00 WITA, belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsian massal akibat banjir tersebut. BPBD Sulawesi Tengah menyatakan proses pemantauan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi dan dampak lanjutan di wilayah terdampak.

