PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melantik dan mengambil sumpah/janji 16 Pejabat Tinggi Pratama, di Gedung Kesenian Kota Palu, Rabu (07/01),

Pada kesempatan itu, Hadianto Rasyid meminta agar mutasi jabatan hendaknya disikapi secara positif.

Menurutnya, mutasi bukanlah penilaian bahwa pejabat yang dipindahkan tidak berkinerja baik, melainkan upaya untuk memantapkan gerak kerja organisasi.

“Mutasi ini adalah bagian dari strategi kita untuk memperkuat kinerja dan mencapai target bersama. Bukan berarti para kepala dinas yang dimutasi ini tidak baik, justru saudara-saudara adalah figur terbaik yang telah mendampingi kami selama satu periode kepemimpinan,” ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa capaian kinerja para pejabat selama ini menunjukkan hasil yang baik, namun masih diperlukan penguatan di beberapa sisi untuk menutupi kekurangan yang ada.

Oleh karena itu, tambahnya, mutasi dilakukan sebagai langkah penyempurnaan.

Ia menegaskan bahwa mekanisme mutasi kini lebih dinamis dibandingkan sebelumnya.

“Kalau dulu mutasi harus menunggu dua tahun, sekarang dua bulan ke depan pun bisa saja dilakukan. Karena itu saya berharap kita semua benar-benar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Hadi menambahkan pentingnya pakta integritas yang telah ditandatangani oleh seluruh kepala dinas.pakta integritas tersebut tidak hanya ditandatangani, tetapi dibacakan secara rinci olehnya.

“Pakta integritas itu saya bacakan satu per satu, dari jam sembilan pagi sampai jam tiga subuh. Bukan hanya untuk mengetahui pandangan kita terhadap sesuatu, tapi sebagai bentuk keseriusan komitmen,” ucapnya.

Dirinya juga mengingatkan agar pakta integritas dijadikan sebagai wujud komitmen kerja bersama yang benar-benar dijalankan, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk masa depan daerah dan generasi mendatang.

Hadi menyampaikan sejumlah fokus kerja yang harus menjadi perhatian serius, di antaranya penanganan stunting, pengurangan pengangguran terbuka, serta peningkatan kinerja aparatur secara lebih optimal dan terukur.

Menurutnya, meski Kota Palu telah meraih penghargaan terkait penanganan stunting, wali kota menilai angka-angka yang ada masih memerlukan perhatian dan kerja keras bersama.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian sebelumnya yang berhasil meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

“Dari target awal Rp300 hingga Rp500 juta, dalam dua tahun pendapatan mampu mencapai Rp3,7 miliar. Namun yang kita kejar bukan hanya pendapatan, tetapi juga pengelolaannya. Jika dikelola dengan baik, berbagai persoalan akan terjawab,” jelasnya.

Ke depan, Hadi berharap penerapan e-office dan sistem SanguPalu dapat segera diselesaikan agar seluruh kinerja perangkat daerah dapat terukur dengan baik.

Dia juga mewajibkan seluruh kepala dinas aktif dan mudah dihubungi selama 24 jam, kecuali dalam kondisi tertentu.

Menutup arahannya, Hadi mencontohkan kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang dinilainya sudah menunjukkan pola kerja yang efektif dan disiplin.

“Semua harus bekerja, bukan hanya satu dua orang. Fokus berpikir dan fokus bekerja. Tunaikan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya,” pungkasnya.