DONGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala berkomitmen dalam menurunkan angka stunting melalui Program Berani Pelita Hati.

Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan, menegaskan, Pemkab Donggala akan menyinergikan berbagai intervensi dengan sembilan program prioritas daerah, khususnya Berani Sehat.

“InsyaAllah, Kabupaten Donggala akan terus mendukung dan memperkuat program-program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah demi mewujudkan daerah yang bebas Stunting,” ujar Taufik, Senin (05/01).

Taufik mengatakan, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi kecerdasan, kesehatan, serta daya saing generasi di masa depan.

Ia menambahkan, Pemkab Donggala mengapresiasi penuh hadirnya inovasi program Berani Pelita Hati yang telah dilaksanakan di Donggala.

“Terima kasih karena Donggala menjadi lokus program ini,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Donggala mengalami penurunan signifikan dari tahun ke tahun.

Pada 2023, angka stunting berada di 34,1 persen, kemudian turun menjadi 29,16 persen pada 2024.

“Berdasarkan data terbaru tahun ini kembali menurun hingga 17,1 persen. Angka ini sudah berada di bawah standar nasional sebesar 18,6 persen. Artinya, ada kerja kolaboratif dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menurunkan stunting di Donggala,” jelas Taufik.

Taufik menjelaskan, peran Tim Penggerak PKK di seluruh tingkatan sangat strategis dalam mendukung kader posyandu, penyuluh KB, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan stunting.

“Partisipasi aktif perempuan, ibu hamil, dan ibu menyusui memiliki korelasi kuat terhadap keberhasilan intervensi penurunan stunting di Donggala,” pungkasnya. ***