PARIMO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) resmi melantik kepala satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP guna memperkuat tata kelola pendidikan di daerah tersebut. Pelantikan ini mengakhiri kondisi 125 sekolah yang selama ini dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt).
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan bahwa keberadaan ratusan sekolah yang terlalu lama dipimpin Plt tidak dapat dibiarkan karena berpotensi menghambat peningkatan mutu pendidikan serta kualitas layanan kepada peserta didik.
“Pelantikan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap sekolah dipimpin oleh figur yang memiliki kewenangan, legitimasi, dan tanggung jawab yang jelas,” ujar Erwin Burase, Jumat (2/1).
Menurutnya, pelantikan kepala sekolah definitif dinilai krusial untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan, baik dari sisi operasional harian, manajerial, maupun pengambilan keputusan strategis di tingkat satuan pendidikan.
Erwin Burase juga menegaskan bahwa seluruh kepala sekolah yang baru dilantik akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam pelaksanaan rotasi, mutasi, maupun penugasan ulang sesuai kebutuhan dan capaian kinerja masing-masing.
“Jabatan ini sifatnya tidak permanen. Kinerja yang baik akan menentukan posisi ke depan,” jelasnya.
Kabupaten Parigi Moutong tercatat memiliki lebih dari 500 satuan pendidikan yang tersebar dari wilayah perkotaan hingga daerah terpencil. Oleh karena itu, pemerataan penempatan kepala sekolah menjadi bagian dari kebijakan strategis pemerintah daerah.
Bupati berharap, dengan kepemimpinan yang definitif, kualitas proses belajar mengajar, pengelolaan sekolah, serta mutu lulusan dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah dapat terus meningkat.*

