PALU — Pemerintah Kota Palu melalui Bappeda Kota Palu melaksanakan Rapat Review Isu Kemiskinan, Pengangguran, dan Stunting, bersama Wali Kota Palu.

Rapat dilaksanakan Jumat, (02/01) bertempat di ruang Wali Kota Palu, dipimpin langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, serta Plt. Kepala Bappeda Kota Palu, Ahmad Rijal Arma.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh para kepala dinas terkait, seperti Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palu, dan pejabat lainnya.

Di kesempatan tersebut, Kabid. Data dan Informasi Bappeda Kota Palu, Tjaturanto Mardi Arijo Gutomo, memaparkan review isu kemiskinan, pengangguran, dan stunting di Kota Palu. Berdasarkan pembahasan, ditemukan bahwa, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) masih kurang akurat untuk digunakan bagi penyaluran program bantuan kemiskinan.

Hadianto Rasyid menekankan bahwa, isu-isu ini memiliki dampak dan kaitan yang erat satu sama lain, di mana kualitas pendidikan akan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja, sementara tingkat pengangguran terbuka menjadi salah satu faktor penting yang berpengaruh pada kemiskinan, dan kemiskinan merupakan faktor risiko pemicu stunting.

Selain itu lanjut Wali Kota Palu, penanganan kemiskinan perlu dilakukan secara kooperatif dan kolaboratif, bukan lagi secara parsial, agar masyarakat menjadi target sasaran yang dan dapat keluar dari garis kemiskinan.

“Maka dari itu, diperlukan verifikasi lapangan atau sensus DTSEN agar program-program intervensi yang dilaksanakan sampai ke target yang tepat,” tekannya.

Olehnya, sebagai tindak lanjut rapat, akan disusun rencana aksi terkait data pengangguran, kemiskinan, serta stunting, yang akan dibahas di pertemuan berikutnya. ***