POSO – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Poso, Sesi Kristina Dharmawati Mapeda, S.H., M.H menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam mencegah kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Penegasan itu disampaikan saat menjadi pemateri dalam kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan, yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Poso.
Dalam paparannya, Sesi Mapeda menyebut, pencegahan harus dilakukan secara berlapis melalui upaya primer, sekunder, hingga tersier.
“Langkah-langkah bisa efektif jika melibatkan partisipasi aktif masyarakat, pemerintah serta lembaga terkait,” ujarnya, Sabtu (29/11).
Ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran publik melalui pendidikan dan kampanye mengenai bahaya kekerasan seksual.
Pemberdayaan perempuan dan anak juga menjadi kunci untuk memperkuat kepercayaan diri serta kemampuan melindungi diri.
“Selain itu, pembangunan budaya kesetaraan gender dinilai sebagai fondasi untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman,” imbuhnya.
Dia juga mendorong adanya sistem pelaporan yang aman dan mudah diakses korban, dukungan psikologis serta konseling wajib disiapkan sebagai bentuk intervensi awal.
“Pentingnya kita bersinergi dengan berbagai lembaga, termasuk kepolisian, fasilitas kesehatan serta instansi sosial untuk mempercepat penanganan,” sebutnya.
Sesi Mapeda juga mendorong pemerintah daerah memperkuat kebijakan dan regulasi perlindungan perempuan dan anak, termasuk memastikan ketersediaan anggaran untuk program pencegahan dan penanganan kasus.
“Pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama. Kita membutuhkan komitmen kolektif, tanpa keterlibatan semua pihak, upaya perlindungan tidak akan maksimal,” tandasnya.

