PALU- Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 6 Kota Palu berhasil menempati peringkat tertinggi capaian Rapor Pendidikan SMP Negeri dan Swasta di Kota Palu tahun 2025.

Rapor pendidkan ini dikeluarkan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kemendikbud RI.

Kepala SMPN 6 Palu, Hartadi Gatot, mengatakan, predikat tertinggi yang telah diraih berkat usaha dan kerja keras seluruh sekolah yang ada di Kota Palu.

“Pak Kadis Dikbud Palu Hardi adalah sosok di balik ini. Beliau terus menggenjot semua sekolah untuk melakukan upaya peningkatan kualitas pola melalui rapor pendidikan,” ucap Hartadi, Jumat (18/07).

Menurutnya, rapor pendidikan adalah salah satu platform untuk melihat indikator layanan dan kualitas sekolah yang terbaca melalui hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) murid.

“ANBK itu fokus terhadap masalah literasi dan anumerasi serta survei lingkungan belajar,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk literasi dan anumerasi di SMP 6 mengalami peningkatan yang cukup drastis. Survei lingkungan belajar juga terbaca dengan baik, yang sebelumnya orange atau status sedang, shingga hasil keseluruhan terbaca posistif atau baik.

“Jadi itu menganai karakter dan iklim keamanan sekolah. Terkait kualitas pembelajaran, ada beberapa yang harus tetap kita lakukan upaya peningkatan atau belum signifikan,” ujarnya.

Namun pada dasarnya, kata dia, capaian kinerja rapor pendidikan bukanlah ajang pertandingan, bukan lomba tentang siapa yang terbaik.

Namun, kata dia, dari rapor pendidikan terlihat adanya upaya sekolah dalam melakukan intervensi sekaitan dengan peningkatan layanan.

Sebenarnya, lanjut dia, apa yang dilakukan Kadis Dikbud Palu adalah bentuk penguatan kepada sekolah untuk melakukan intervensi agar legitimasi ini dapat terus terjaga, sehingga dapat menimbulkan kepercayaan publik, guna meminimalisir opini atau anggapan tentang sekolah favorit.

“Setelah mendapatkan peringkat raport pendidikan tertinggi ini, kami menyampaikan kepada orang tua siswa sebagai bentuk apresiasi bahwa orang tua juga ikut terlibat dan mengetahui hasil dari rapor pendidikan tersebut,” ujarnya.

Pihaknya akan berupaya mempertahankan predikat tersebut, minimal stabil pada sisi intervensi perencanaan program sekolah.

“Itu juga sangat penting karena pengalokasian anggaran yang tepat dan rasional itu akan menghasilkan program yang dinamis dan humanis,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025-2026, saat ini SMPN 6 Palu mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Di Tahun 2024, kata dia, pihaknya menerima sebanyak 189 siswa. Namun tahun 2025 ini, yang diterima sebanyak 256 siswa dari sebanyak 420 orang yang mendaftar.