MOROWALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Tadulako (Untad) dalam menyusun revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Kerja sama ini diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk, Penjaringan Isu Strategis Kewilayahan dan Pembangunan Berkelanjutan, yang digelar di Aula Grand Qafia Hotel, Kompleks KTM Bahomohoni, Rabu (16/7).
Kegiatan FGD ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Drs. Yusman Mahbub, M.Si, dan merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Morowali melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah bersama tim akademisi dari Untad.
Dalam sambutannya, Sekda Yusman Mahbub menegaskan bahwa sebagai daerah dengan orientasi industri, Morowali membutuhkan tata ruang yang efektif dan efisien agar mampu mengakomodasi kebutuhan investasi dan pembangunan.
“Tata ruang harus mendukung pelayanan serta pemanfaatan ruang yang adaptif terhadap dinamika pembangunan di Morowali,” ujar Yusman.
Ia menjelaskan, terdapat lima poin utama yang menjadi dasar revisi RTRW Kabupaten Morowali, antara lain, Sinkronisasi program pemanfaatan ruang dengan SPPR, Evaluasi capaian perwujudan RTRW sebelumnya, Hasil evaluasi yang menghasilkan buku koneksi dan rekomendasi dari Kementerian ATR/BPN, Capaian struktur dan pola ruang yang baru mencapai 85%, dan Penyesuaian proses revisi sesuai Permen ATR/BPN No. 11 Tahun 2021.
Yusman juga menekankan pentingnya mematuhi pedoman teknis penyusunan RTRW agar seluruh tahapan, data, dan kebijakan sesuai dengan peraturan dan kebutuhan daerah.
Ia berharap FGD ini dapat menjadi ruang partisipatif bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk OPD teknis, konsultan, akademisi, serta masyarakat untuk memberikan masukan konstruktif terhadap penyusunan RTRW.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan DPRD Morowali, OPD teknis, para camat se-Kabupaten Morowali, Kepala Perusda PDAM Morowali, serta berbagai undangan lainnya.