MOROWALI – Siti Lailatul Mukarromah, Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, berhasil lolos sebagai finalis tingkat nasional dalam ajang Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2025.
Ia mewakili Provinsi Sulawesi Tengah setelah melalui seleksi ketat dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Mengangkat tema “Merawat Toleransi, Menyemai Perdamaian”, Laila menampilkan praktik penyuluhan berbasis sosial kemasyarakatan di Desa Laantula Jaya, sebuah wilayah multikultural yang dihuni pemeluk Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Kegiatan-kegiatan yang digagas Laila menekankan nilai toleransi dan kolaborasi lintas iman.
“Sejak 2019, saya menjadikan TPQ Nurul Iman bukan hanya sebagai tempat belajar Al-Qur’an, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan kerja sama sosial lintas agama,” ujar Laila dalam keterangannya, Senin (23/6).
Beberapa program yang telah dijalankan antara lain Penanaman Pohon Lintas Agama, Gerakan Peduli Sampah, Bakti Sosial Lintas Agama, Sedekah Kamis, serta Berbagi Takjil saat Ramadan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Morowali, Dra. Hj. Marwiah, M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Ini kebanggaan bagi Kemenag Morowali. Saudari Laila adalah teladan penyuluh agama yang aktif dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KUA Wita Ponda, Suhaif, S.E.I., menyebut Laila sebagai penyuluh yang inovatif dan responsif terhadap tantangan lokal.
“Beliau tidak hanya hadir saat diminta, tapi tumbuh bersama masyarakat. Kiprahnya sebagai penyuluh sangat terasa dalam membina harmoni sosial,” kata Suhaif.
Kepala Desa Laantula Jaya, Parianti, turut memberikan apresiasi. “Laila bukan hanya membawa nama desa ke tingkat nasional, tapi juga menunjukkan bahwa Laantula Jaya adalah contoh desa yang hidup dalam semangat toleransi,” ucapnya.
Selain aktif di bidang sosial dan keagamaan, Laila juga dikenal sebagai alumni Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik 2024 dan saat ini menjadi salah satu Aktor Resolusi Konflik Provinsi Sulawesi Tengah.
Ia juga memiliki latar belakang akademik sebagai alumni Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, konsentrasi Ilmu Falak, dan aktif dalam edukasi astronomi Islam di wilayahnya.
Keikutsertaannya dalam ajang nasional, menurut Laila, bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan upaya kolektif untuk mengangkat peran penyuluh agama sebagai penggerak harmoni dan pembangunan karakter masyarakat.
“Moderasi beragama bisa dimulai dari tindakan kecil yang terus-menerus dilakukan bersama seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Harits
Editor : Yamin

