PaLU- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu Idrus, menegaskan pentingnya membedakan sekaligus mengintegrasikan dua kegiatan utama dalam proses demokrasi. Sosialisasi dan pendidikan pemilih.

Menurutnya, kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan, meski memiliki tujuan akhir yang berbeda.
“Sosialisasi dan pendidikan pemilih itu dua hal yang tak boleh dipisahkan. Sosialisasi berfokus pada pemberian informasi. Ketika informasi sudah tersampaikan melalui berbagai metode, maka tugas sosialisasi selesai. Tapi pendidikan pemilih tidak berhenti di sana, karena ia menyangkut pengetahuan, pemahaman, dan bahkan perubahan pola pikir serta pola tindak masyarakat,” ujar Idrus saat kegiatan sosialisasi dan pendidikan Pemilu berkelanjutan, di Hotel Sultan Raja, Rabu (18/6).

Ia menegaskan, bahwa pendidikan pemilih memiliki orientasi jangka panjang. Tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat soal Pemilu dan Pilkada tetapi juga mendorong perubahan sikap yang memperkuat kualitas demokrasi secara menyeluruh.

“Karena itu pendidikan pemilih harus melibatkan berbagai elemen, mulai dari perguruan tinggi, sekolah, organisasi masyarakat, komunitas, hingga kelompok basis lainnya. Kerja sama dengan mereka sangat penting untuk menjangkau pemilih secara lebih luas dan mendalam,” ujar Idrus.

Sementara anggota komisi II DPR RI Longki Djanggola mengatakan, KPU Pusat meminta kepada anggota komisi 2 DPR RI agar membantu untuk menyukseskan dan mensosialisasikan pendidikan pemilih yang berkelanjutan.

“Terus terang saya memberikan apresiasi kepada KPU terhadap program ini seperti kemarin. Kami di Kabupaten Parigi masih ada pertanyaan wartawan, ini masih lama Pemilunya, masih lima tahun lagi.

“Memang iya ini artinya mengantisipasi ini melakukan pendidikan dan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya penyelenggara Pemilu itu. Ini artinya kita menunjukkan kualitas demokrasi kita ingin proses demokrasi yang kita lakukan betul-betul profesional dan transparan, dan betul-betul punya makna tersendiri, sehingga masyarakat merasa bahagia dan bangga puas dengan hasil pemilu yang ada.

“Dengan cara ini, masyarakat bisa merasa puas , bangga dan bahagia karena merasa dilibatkan secara utuh dalam proses demokrasi,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh seluruh, mahasiswa se Kota Palu, komunitas kampus dan tokoh pemuda.

Reporter: IRMA
Editor: NANANG