PALU – Setelah kurang lebih 210 hari kalender tepatnya pertengahan Febuari 2025. Dinas Cipta Karya Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Cikasda) Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai pengguna jasa dan PT. Nurman Abadi selaku penyedia jasa konstruksi akhirnya menyelesaikan proyek pembangunan bendungan bifurkasi di kecamatan Moilong, kabupaten Banggai.
Kepala Bidang Sungai Pantai Danau dan Air Baku Cikasda Sulteng, Djaenudin, mengatakan, pembangunan bendungan bifurkasi tersebut dapat mendukung pengembangan pertanian dengan memastikan pasokan air cukup untuk irigasi lahan pertanian.
“Secara umum, bendungan bifurkasi adalah infrastruktur penting, untuk pengelolaan sumber daya air, pengendalian banjir, dan pembangunan berkelanjutan.” jelas Djaenudin, Ahad (15/6).
Di samping itu bendungan bifurkasi bisa berfungsi untuk pengairan persawahan petani karena sangat dibutuhkan untuk mengairi lahan persawahan kurang lebih seluas 4.450 hektar di Daerah Irigasi (DI) Moilong dan DI Toili, juga berfungsi untuk mengendalikan banjir kerap terjadi di Kecamatan Moilong dan Kecamatan Toili.
Menurutnya, dalam masa pemeliharaan tersebut, kondisi bendungan tersebut tidak boleh dibiarkan rusak dan masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa untuk memeliharanya. Karena jika tidak dipelihara, maka sangat berpengaruh pada program pemerintah pusat dan daerah di sektor pertanian/pangan, dan perekonomian di Kecamatan Moilong dan Kecamatan Toili Kabupaten Banggai.
Pembangunan Bifurkasi telah selesai dan berfungsi sebagaimana diharapkan, namun dia menyayangkan, proyek pembangunan menelan anggaran puluhan miliar tersebut, masih saja dipermasalahkan dan terkesan dicarikan kesalahan oleh sekelompok orang demi tujuan pribadi-pribadi tertentu.
“Kami tidak pernah alergi dengan kritikan apa pun selagi itu untuk kebaikan demi kemajuan dan pembangunan daerah terutama bermanfaat bagi masyarakat setempat,” katanya.
Ketika ditanya soal penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), Djaenudin mengatakan, pihaknya menerapkan sesuai dengan prosedur dalam pelaksanaan konstruksi. Keselamatan pekerja dalam menjalankan tugasnya, dilengkapi dengan APD dan mengedepankan keselamatan. Ini terbukti sampai akhir pekerjaan tidak ada pekerja mengalami kecelakaan dalam bekerja.
Dia menambahkan, terkait hilangnya nyawa seseorang di lokasi konstruksi, sebelumnya korban bersama dua rekannya sesama pelajar telah dilarang oleh para pekerja agar tidak melintasi atau memasuki area konstuksi.
“Kami sudah pasang tanda larangan masuk di lokasi konstruksi dan larangan berenang itu dan juga disampaikan langsung oleh pekerja saat mereka melintasi. Dan kejadian meninggalnya remaja disana telah dimintai keterangan oleh pihak aparat di sana yaitu Polsek Toili,” ujarnya.
Reporter : **/IKRAM

