PALU- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mendorong, serta memotivasi mahasiswa serta mahasiswa bekerja di luar negeri, dengan lebih dulu mengembangkan kemampuan dan keterampilan.
“Permintaan kerja keluar negeri di Kementerian sampai Mei 2025, job order (pesanan pekerjaan) 1,7 juta. Negara Indonesia baru bisa mengkonsolidasikan, 297 ribu,” kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, saat sosialisasi Migrasi Aman Keluar Negeri Dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Universitas Alkhairaat Palu dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Jalan di Ponegoro, Kota Palu, Senin (9/6).
Karding mengatakan, artinya masih ada sekitar 1,4 juta job order. Kalau bekerja di luar negeri Korea dengan gaji sekitar 15 juta, dengan manajemen yang baik dikirim ke keluarga Rp5 juta, Rp5 juta buat investasi rumah, emas dan Rp5 juta biaya hidup di tempat bekerja.
“Pulang-pulang jadi juragan,” kata Karding memberi motivasi.
Olehnya kata Karding mental-mental petarung anak Gen Z dan anak milenial harus ditumbuhkan, agar mau bertarung di luar negeri.
“Kalau dulu kita merantau dari desa ke kota, sekarang kita dorong lagi dari kota ke luar negeri, pergi migran pulang juragan,” ujarnya.
Sementara Rektor Universitas Alkhairaat (Unisa ) Palu, Dr. Moh Yasin,mengatakan, pihaknya kedepan melakukan sosialisasi pelindungan pekerja migran dengan rekonstruksi kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester (RPS ) untuk mata kuliah relevan.
Olehnya Yasin mengatakan, bagi mahasiswa-mahasiswi ingin bekerja ke luar negeri harus mempersiapkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.
“Kemampuan dan keterampilan kita miliki, benar-benar di butuhkan negara tujuan,” katanya.
Salahsatu mahasiswa Fakultas Ekonomi, Jurusan Ekonomi Manajemen, Unisa Palu Zaenal mengatakan, dirinya sangat tertarik bekerja di luar negeri dengan gaji terbilang besar bagi rakyat Indonesia Rp15 juta sebulan, terutama negara Australia dan Jepang.
“Dengan harapan, nantinya bisa meningkatkan perekonomian keluarga bila ada kesempatan,” katanya.
Olehnya, dirinya terus mengembangkan diri, menambah kemampuan mengikuti kegiatan-kegiatan menunjang ketambahan skill.
Reporter : IKRAM/Editor: NANANG

