PALU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menyoroti program “BERANI” Bersama Anwar Hafid dan Reny A. Lamadjido, pada 100 hari kerja sebagai gubernur terpilih Sulawesi Tengah. Mereka menilai program itu belum terealisasi maksimal sejak mulai dilantik.
Koordinator Bidang Lingkungan Hidup Dan Kemaritiman BEM Nusantara, Muamar Khadafi, mengatakan, ada beberapa persoalan di masa 100 hari kerja kepemimpinan Gubernur Sulteng di antaranya, Program Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Berdering, kegiatan Semarak Sulteng Nambaso dan aktifitas tambang ilegal.
Muamar lalu memaparkan, pada program Berani Cerdas yang belum jelas. Program pemberian beasiswa gratis mulai dari SMA, SMK dan SLB sederajat yang juga mencakup tingkatan perguruan tinggi sampai hari ini belum mendapatkan kepastiannya.
Menurutnya, sejak pendaftaran dibuka pada 19 April sampai dengan 15 Mei 2025 jumlah pendaftar mencapai 79.946 orang, tetapi belum mendapatkan kejelasan terkait bagaimana teknis pemberian beasiswanya dan kapan pelaksanaan programnya.
“Kami menyoroti bahwa program ini dinilai terburu-buru dan terkesan dipaksakan. Pasalnya sampai dengan hari ini para pendaftar masih bingung, karena setelah mendaftar hanya diberikan akun pendaftar, tetapi tidak mendapatkan petunjuk terkait seperti apa program ini berlangsung dan dari mana sumber anggaran digunakan,” paparnya.
Selanjutnya kata Muamar program Berani Sehat menjadi salah satu program unggulan sudah di luncurkan pada 13 April 2025 di puncak acara HUT ke 61 Provinsi Sulawesi Tengah. Program diharapkan mampu memberikan pelayanan dan fasilitas kesehatan memadai namun masih menjadi masalah.
“Dikutip dari laman facebook oleh akun bernama Wibowo Om Bowo melalui surat terbuka, mengeluhkan terkait pelayanan di RSUD Undata-institusi pelayanan kesehatan dimiliki oleh Pemprov Sulteng. Hal ini menjadi bukti bahwa program Berani Sehat belum mencapai visinya dan janji diumbar dalam setiap pidato belum terealisasi,” ujarnya.
Lalu kata Muamar, Semarak Sulteng Nambaso. Kegiatan sengaja dirancang membangkitkan kembali semangat masyarakat terhadap daerah telah memberikan tempat tinggal, penghidupan, dan berbagai peluang lainnya. Kegiatan ini juga bagian dari rangkaian HUT ke 61 Sulawesi Tengah dengan sederet nama artis besar turut dihadirkan.
“Kegiatan tersebut menjadi sorotan serta menuai berbagai kritikan. Pasalnya, tidak adanya keterbukaan informasi publik terkait besaran anggaran serta kurangnya efektivitas penggunaan anggaran dalam keadaan efisiensi, tanpa dampak jangka panjang bagi masyarakat. Pengelolaan APBD serta dana sponsor berlebihan menimbulkan potensi terjadinya tumpang tindih pembiayaan,” katanya.
Kemudian, kata Muamar Berani Berdering, dalam janjinya memberikan jaminan terkait penerangan dan akses jaringan internet di daerah terpencil, tertinggal dan terluar (3T).
“Sampai hari ini masih mengalami pemadaman listrik, bisa berlangsung selama 6-12 jam. Keterbatasan akses internet dan pasokan listrik menjadi kebutuhan, khususnya di daerah kepulauan,” katanya.
Hal lain kata Muamar aktivitas tambang ilegal, sampai hari ini masih marak terjadi. Beberapa kasus di antaranya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih terus berjalan di Kabupaten Parigi Moutong, dan baru saja terjadi di kawasan Poboya, terdapat laporan adanya korban meninggal akibat longsor.
Reporter : **/IKRAM

