DONGGALA – Banjir bandang yang menerjang Desa Wombo dan Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala sejak Selasa (27/5) masih menyisakan permasalahan bagi warga. Meski sudah beberapa hari berlalu namun bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak bencana belum juga tiba.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan logistik dan kebutuhan dasar lainnya. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk segera menyalurkan bantuan yang merata dan tepat sasaran.

“Kami lihat bantuan itu hanya ditampung saja di tenda BPBD. Kenapa juga belum juga disalurkan. Kami ini sangat membutuhkan bantuan itu. Jangan cuma ditumpuk-tumpuk di tenda, langsung saja dibagi,” ujar Ino Darni warga desa Wombo Kalonggo kepada media ini, Jumat (30/5).

Senada dengan itu, Ulvi Warga Desa Wombo Kalonggo mengaku sampai saat ini belum menerima bantuan.

“Kami baru dapat makanan siap saji, tapi bantuan lain kami belum dapat. Sementara obat-obatan itupun kami harus ke poskoh kesehatan baru dapat obatnya. Bagaimana yang lain yang tidak keluar rumah mereka butuh air minum, obat, anak bayi butuh susu, popok, butuh selimut. Ini semua gerakan masih gerakan lambat,” ujarnya kesal.

Sementara di tempat terpisah Fauziah warga desa Wombo mengaku mengalami hal yang sama.

“Itu bantuan cuma talewat-lewat saja di depan rumah. Meski kami sudah teriak-teriak butuh air, tetapi tidak dihiraukan,” ujar Fauziah yang akrab disapa Jhia.

Sementara Kepala Dinas BPBD Provinsi Sulteng Akris Fattah mengatakan, saat ini Dinas Sosial dan Pemerintah desa setempat tengah melakukan pendataan warga yang terkena dampak banjir bandang. Warga diharap untuk bersabar sedikit, agar penyaluran bantuan itu tepat sasaran.

“Warga yang terkena dampak banjir bandang ada 300 lebih kepala rumah tangga, sementara bantuan yang ada contohnya beras cuma 100 karung, telur cuma 100 rak, minyak goreng cm 100 pak, supermi cuma 100 dos, popok dan minyak kayu putih begitu juga jadi di data dulu. Dipaking satu satu supaya dapat semua,” ujarnya.

Ia meminta warga untuk bersabar dan mau menunggu karena Dinsos, pemerintah desa da relawan tengah bekerja.

Reporter: IRMA/Editor: NANANG