450 Prajurit Yonif 711 Raksatama ke Perbatasan RI-PNG, Diingatkan Soal KKB

oleh -
Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Wanti Waranei Franky Mamahit saat melakukan pemeriksaan serta pengecekan terhadap prajurit Yonif 711 Raksatama akan berangkat untuk pengamana perbatasan RI-PNG depan Mako Danlanal Palu, Kelurahan Watusampu, Kota Palu. Selasa (9/11) .Foto: Ikram

PALU- Sebanyak 450 prajurit Yonif 711 Raksatama diberangkatkan ke perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) dengan menggunakan KRI 592 Banjarmasin menuju pelabuhan Jayapura.

Panglima Komando (Pangdam) XIII Merdeka Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Wanti Waranei Franky Mamahit memimpin upacara pemberangkatan satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) utama RI- PNG sektor Utara Yonif 711 Raksatama, bertempat di dermaga markas komando (Mako) Lanal, Kelurahan Watusampu, Kota Palu, Selasa (9/11).

“Selamat bertugas kepada para prajurit Yonif 711/Raksatama yang telah diberi amanah untuk melaksanakan tugas negara yang merotasi Yonif 131/Braja Sakti Kodam I/Bukit Barisan menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI di daerah perbatasan Indonesia–Papua Nugini khususnya di Sektor Utara,” kata Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Wanti Waranei Franky Mamahit saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan, tugas ini tentunya tidaklah ringan musuh kalian di Papua bukan hanya KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) tetapi juga cuaca dan medan.

“Saya yakin kalian mampu melaksanakan tugas negara ini dengan baik,” katanya memberi motivasi.

Oleh karena itu dia, perintahkan kepada seluruh prajurit satgas Yonif 711/Raksatama untuk melaksanakan tugas operasi ini dengan sebaik-baiknya

“Berangkat dengan Kehormatan, kembali dengan Kebanggaan. Ingat, banyak anggota KKB yang berbaur dengan masyarakat sehingga kalian harus benar-benar jeli untuk membedakannya dengan rakyat biasa,” mengingatkan.

Dia mengatakan, jangan pernah lengah saat bertugas, jangan ceroboh setiap melaksanakan kegiatan harus selalu ada tim pengaman.

“Kalian harus banyak inovasi dan meningkatkan naluri taktis, jangan sampai terjebak dalam rutinitas dan merasa aman,”katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, KKB bukan prajurit yang terlatih tetapi mereka punya senjata, pedomani doktrin pelaksanaan tugas operasi setiap prajurit harus bisa menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat bisa mengayomi dan bisa merebut hati rakyat agar dapat mendukung kegiatan Satgas.

“Hindari pelanggaran sekecil apapun dan jaga nama baik satuan,”pungkasnya.

Upacara pemberangkatan turut dihadiri, Irjen Pol Rudy Sufhariadi Kapolda Sulteng, Brigjen TNI Farid Makruf Danrem 132/Tdl. Brigjen TNI Andi Chandra Kabinda Sulteng, Fakhrudin Yambas Kakesbangpol provinsi Sulteng, Kolonel Mar Martin Luter Ginting Danlanal Palu dan lainnya.

Reporter: Ikram
Editor: Nanang