Kementerian Koperasi dan UKM Kerjasama Kewirausahaan dengan PB Alkhairaat

oleh
Anang Rahman dari Kementerian Koperasi dan UKM saat memberikan materi penguatan kelembagaan manajemen UMKM (FOTO;MAL/IWAN)

PALU-Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia menjalin kerjasama dengan Pengurus Besar (PB Alkhairaat di bidang kewirausahaan.

Kementerian yang kini dipimpin Teten Masduki ini, mewujudkan kerjasama itu dalam bentuk pelatihan kewirausahaan bagi pelaku usaha mikro di lingkungan Alkhairaat, selama tiga hari 26-28 September 2020 di salah satu hotel di Palu Barat.

Anang Rahman, perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan, kerjasama dalam bentuk pelatihan kewirausahaan itu dimaksudkan dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pada tatanan kehidupan baru (new normal). Sekaligus sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM. Khususnya, bagi pelaku UMKM agar tetap eksis dan mampu beradaptasi pada masa pandemi.

“Peserta pelatihan ini adalah para guru-guru, kepala sekolah, pimpinan pondok pesantren, asybaalul khairaat, mahasiswa dan dosen dilingkungan Alkhairaat, mereka ini adalah para pelaku usaha mikro, disini kami berikan pengayaan informasi, khususnya, terkait dengan manajemen kelembagaan,” kata Anang, Sabtu,(26/9), di sela-sela pelatihan ini.

Menurutnya, para pelaku usaha mikro terkadang gagal mendapatkan pembiayaan dari pemerintah, karena kurang mendapatkan informasi terkait dengan aspek manajemen kelembagaan usahanya, seperti, NPWP, SIUP dan lain sebagainya.

Pada kesempatan itu dia memaparkan program bantuan Presiden senilai 2,4 juta rupiah bagi pelaku usaha mikro yang sudah memiliki legalitas usahanya. Namun bantuan itu tidak berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), meskipun yang bersangkutan memiliki usaha mikro.

“Jadi bagi ASN yang sudah lolos mendapatkan bantuan tersebut, saya sarankan ketika pencarian sebaiknya dikembalikan ke kas negara, sebab resikonya adalah status PNS anda. Jangan hanya gara-gara bantuan 2,4 juta status PNS kita bisa hilang,” ujarnya.

Sementara untuk mendukung kegiatan ini, Ketua Umum PB Alkhairaat, Habib Ali bin Muhammad Aljufri, mengeluarkan surat nomor 478/190/PBA/2020 tertanggal 23 September 2020 ditujukan kepada Ketua Wanita Islam Alkhairaat, Rektor Universitas Alkhairaat, Pimpinan Pondok Pesantren, Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah untuk mengutus perwakilannya mengikuti kegiatan yang dimaksud.

Panitia pelaksana daerah, Dr. Aris Aksarah yang juga dosen senior fakultas Pertanian menambahkan, untuk pelatihan Vocational bagi SDM UMKM di daerah Pariwisata bidang pengolahan kelapa menjadi kopra putih dilaksanakan selama tiga hari hingga Senin, (29/9).

Sementara untuk pelatihan pemasyarakatan kewirausahaan pelaksanaanya hanya satu hari, dibagi dua sesi dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Untuk pemasyarakatan kewirausahaan kami menghadirkan owner tahu Super Afifah, H. Safran Rinaldi sebagai narasumber, alhamdulillah Dekan fakultas Pertanian, Dr. Arfan yang juga sebagai peserta langsung menjejaki kerjasama untuk program magang mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian dalam rangka melaksanakan program merdeka belajar kampus merdeka,” pungkasnya.

Reporter Iwan Laki
Editor: Nanang

Iklan-Paramitha