Distribusi Logistik Pilkada, KPU Parimo Prioritaskan Wilayah Terpencil

oleh

PARIMO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, memprioritaskan pendistribusian logistik Pilkada serentak tahun 2020 di wilayah-wilayah terpencil dan tersulit.

Wilayah terpencil tersebut terdapat di empat kecamatan, yakni Tinombo, Palasa, Tomini dan Sausu. Empat wilayah ini akan dibagi dalam dua rute pendistribusian.

Divisi Keuangan, Umum dan Logistik KPU Parimo, Abdul Chair, Kamis (26/11), mengatakan, terdapat 48 TPS terpencil dan 37 TPS tersulit dari total 902 TPS di kabupaten tersebut. Dari TPS tersebut, terdapat pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 294.069 orang.

“Satu wilayah terpencil di Dusun Ansibong, Kecamatan Palasa. Jarak tempuh memakan waktu dua hari berjalan kaki,” jelasnya.

Ia mengatakan, KPU telah menetapkan jadwal distribusi logistik, dimulai pada tanggal 4-8 Desember 2020.

Menurut dia, prioritas distribusi wilayah-wilayah terpencil mengingat jarak tempuh cukup jauh dan medan yang ekstrim menjadi salah satu kendala petugas penyelenggara.

Pada pengesetan dan pengepakan logistik, KPU bekerja secara teliti yang melibatkan petugas Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) sebelum kotak suara  terkunci dan disegel untuk didistribusi, termasuk alat pelindung diri agar logistik yang dikirim betul-betul steril serta lengkap tanpa ada kekurangan satu pun.

“Kami menghindari distribusi berulang-ulang, mengingat masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, logistik yang dikirim ke wilayah tersulit mulai dari kecamatan ke desa dan desa ke TPS akan dikawal ketat aparat keamanan.

Begitu pun kendaraan pengangkut akan dilakukan pemeriksaan kelayakan jalan, termasuk penyemprotan cairan disinfektan guna menghindari penyebaran virus sebagaimana protokol kesehatan COVID-19 yang telah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) tentang Penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi.

KPU juga memberikan garansi tidak akan terjadi kerawanan dalam hal distribusi logistik karena selain tenaga ad hoc, ada pula aparat kepolisian yang mengawal.

Reporter : Mawan
Editor : Rifay

Donasi Bencana Sulbar