1,5 KM Jalan Bekas Likuefaksi di Sibalaya Belum Diaspal

oleh

SIGI- Gempa terjadi 28 September 2018 lalu melulantahkan sarana infrastruktur baik bangunan maupun jalan. Desa Sibalaya salah satu dari daerah terkena likuefaksi. Selain merusak bangunan, ruas Jalan sepanjang 1,5 kilo meter di ujung Desa Sibalaya Utara dan perbatasan Sibalaya Selatan amblas, membuat permukaan tanah bergelombang.

Memasuki musim penghujan kali ini, jalanan tersebut berlumpur, dan di beberapa ruas serta titik tertentu terdapat kubangan air hujan. Hal ini bisa membahayakan pengendera sepeda motor, bila tidak berhati-hati.

Hampir dua tahun paska bencana, jalan tersebut belum mendapat perhatian serius dari instansi terkait, untuk dilakukan perbaikan atau pengaspalan. Padahal jalan terebut tidak terlalu jauh dari kantor pemerintah, dan merupakan akses utama menuju kecamatan lain di antaranya menuju ke kecamatan Gumbasa, Kulawi, Kulawi Selatan dan Kecamatan Pipikoro.

Salah satu warga Kulawi Selatan, Kia mengatakan, sebaiknya pemerintah memperhatikan dan melakukan perbaikan akses jalan tersebut.

Sebab kata dia, sangat rawan bagi pengendara roda dua. Tidak jarang pengendara sepeda motor terpeleset pada jalan becek tersebut.

“Sebaiknya diaspal sebelum adanya jatuh korban. Apalagi musim penghujan begini,” katanya Ahad (12/7).

Ia menyebutkan, tidak jarang pula pengendara sepeda motor bila berpapasan lawan arah dengan mobil, harus menunggu agar tidak terjebak di jalan becek tersebut, atau kecipratan lumpurnya.

“Semoga jalan ini secepatnya mendapat perhatian dan perbaikan dari instansi terkait,” harapnya.

Sama halnya disampaikan Nur, salah satu warga Tuva. Dia mengaku hampir sebulan atau dua bulan sekali, bersama suaminya turun ke Palu melihat keluarga, tentu melintas di jalan tersebut.

“Jalannya sudah agak mendingan sedikit, bila dibanding paska gempa satu atau dua bulan lalu,” kaitannya.

Hanya saja kata dia, alangkah lebih baiknya segera diperbaiki dan lakukan pengaspalan, agar waktu tempuh bisa lebih efisien dan cepat. Sebab kata dia, bila melewati jalan itu, akan memperlambat laju kendaraan, dan bagi perempuan mengandung ini sangat berbahaya.

” Sebab jalannya bergelombang-gelombang,” ujarnnya. (Ikram)

Iklan-Paramitha