YTC Fasilitasi Temu Pemangku Kepentingan Pengelolaan Sampah Plastik di SMPN Model Madani

oleh -

PALU – Youth That Care (YTC) memfasilitasi pertemuan pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam pengelolaan sampah plastik di SMPN Model Terpadu Madani.

Sebelumnya, YTC telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan pihak SMPN Model Terpadu Madani berkaitan dengan edukasi pengelolaan sampah plastik bagi warga sekolah yang disertai dengan bantuan pengadaan titik bank sampah,Senin (18/9) lalu.

YTC memfasilitasi pertemuan lanjutan dengan para pihak (stakeholders) yang akan terlibat dalam pengelolaan sampah plastik. Pihak yang dihadirkan adalah Yakkum Emergency Unit (YEU) dan pengurus bank sampah plastik Kelurahan Talise.

Pertemuan tersebut sekaligus dihadiri Lurah Tailse, Mohammad Iqbal yang sekaligus bertindak sebagai pembina upacara di SMPN Model Terpadu Madani.

Pertemuan lanjutan tersebut sekaligus mengkonkretkan peran para pihak dalam pengelolaan sampah plastik di SMPN Negeri Model Terpadu Madani.

“Kehadiran kami di sekolah sejalan dengan visi sekolah yang merupakan sekolah adiwiyata dan sudah menerapkan kurikulum merdeka. Sampah plastik yang dihasilkan di sekolah ini akan ditukar dengan uang oleh bank sampah Talise,” kata Founder YTC, Novrani Erryztafitri.

YTC merupakan lembaga yang didirikan dan didedikasikan untuk memfasilitasi Gen Z Kota Palu yang punya kepedulian terhadap lingkungan dan aksi-aksi positif lainnya.

“Untuk SMPN Model Terpadu Madani kami punya program pengelolaan sampah plastik yang didukung oleh YEU dan pengurus Bank Sampah Talise. Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan sekolah dan pemerintah kelurahan Talise,” kata Novrani yang merupakan alumni dan pernah menjadi Ketua OSIS SMPN Model Terpadu Madani.

Menurut Novrani, YTC dibentuk untuk melakukan proyek sosial yang dibina dan difasilitasi Pusat Prestasi Nasional Kemdikbud Ristek RI. Setiap penerima Beasiswa Indonesia Maju harus membentuk lembaga dan melaksanakan proyek sosial di lingkungannya.

“Alhamdulillah karena dalam perjalanannya YTC mendapat dukungan yang luar biasa dari berbagai pihak,” kata Novrani yang pada tahun 2021-2022 mengikuti pendidikan selama 11 bulan di Hosuton, Texas, US.

Terbentuknya YTC dan memilih isu lingkungan sebagai program awal, lanjut Novrani, merupakan hasil bertukar pikiran dengan pihak YEU, Nexteen, dan sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Untad, di bawah mentoring BIM Puspresnas.

Dalam perjalanannya YTC melibatkan sejumlah relawan yang berstatus sebagai siswa dan mahasiswa. “Ini sifatnya gerakan dan semua pihak yang punya kepedulian yang sama dapat terlibat,” tandasnya.(**/IKRAM)