Yayasan Amirul Ummah Bantu Masjid Jami di Batusuya

oleh -
Penyerahan bantuan kepada takmir Masjid Jami Miftahul Jannah Batusuya oleh pengurus Yayasan Amirul Ummah, Sabtu (7/11). (FOTO: IST)

PALU – Yayasan Amirul Ummah mengunjungi wilayah terdampak gempa yang berada di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (9/11).

Salah satu agenda dari kunjungan tersebut ialah, memberikan bantuan untuk perbaikan Masjid Miftahul Jannah Desa Batusuya, yang rusak berat akibat gempa dua tahun lalu.

Bantuan yang diberikan oleh Yayasan Amirul Ummah ini, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan material seperti semen, triplek, dan tiang-tiang penyanggah. Ditargetkan perbaikan rampung dalam dua pekan kedepan.

“Besar harapannya program Ummah Bangun Masjid ini dapat kembali memakmurkan Masjid Jamie Miftahul Jannah, agar warga Batusuya Donggala dapat bermuamalah dan beribadah bersama di masjid ini.” ujar Koordinator Program Yazied kepada masyarakat Batusuya, saat penyerahan bantuan.

Masyarakat setempat, juga sangat merindukan berdirinya kembali masjid ini. Sebab ini sudah mejadi kebanggaan warga desa tersebut.

“Saat gempa terjadi saya sudah tidak pikirkan keluarga di rumah, saya hanya teringat masjid. Dan benar kaget dan lemas ketika melihat semua rata dengan tanah termasuk masjid. Ya Allah,” ujar pak Mansyur yang juga Imam Masjid Miftahul Jannah.

Sampai saat ini masyarakat hanya bisa melakukan ibadah di masjid sementara. Akibat belum adanya masjid yang layak pakai.

Namun di masjid sementara ini beberapa kegiatan seperti tarawih Ketika Ramadhan tidak bisa berjalan, karena ukuran masjid yang kecil sehingga tidak bisa menampung jamaah.

Harapannya dengan diberikannya bantuan ini, masjid segera rampung dan masyakarat segera bisa melangsungkan kegiatan ibadah seperti sediakala.

Masjid Miftahul Jannah merupakan salah satu masjid besar (Jami) pertama dan tertua yang ada di desa tersebut.

Sehingga melain menjadi sarana ibadah, Masjid Miftahul Jannah juga menjadi simbol sejarah bagi masyarakat Desa Batusuya.

Gempa yang terjadi dua tahun lalu membuat masjid ini rata dengan tanah. Hingga 2020, masyarakat belum bisa membangun kembali masjid ini akibat keterbatasan dana. Karena masyarakat hanya mengandalkan swadaya tanpa adanya donator.

Editor: Nanang