PALU, MAL – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mewisuda 70 lanjut usia (lansia) peserta Sekolah Lansia Seroja dan Maroso di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/9).
Isyana mengatakan, Sekolah Lansia merupakan bagian dari program Bina Keluarga Lansia yang dijalankan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan siklus hidup.
Menurutnya, pembangunan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga. Pemerintah karena itu menjalankan berbagai program yang menyasar setiap tahapan kehidupan, mulai dari bayi dalam kandungan, balita, remaja, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui hingga lanjut usia.
“Semua kalau kita ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia, semuanya itu bermula dari lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga,” kata Isyana.
Ia menjelaskan, Sekolah Lansia merupakan salah satu bentuk pelaksanaan program Bina Keluarga Lansia. Program tersebut memiliki beberapa jenjang, yakni Standar 1 (S1), Standar 2 (S2), dan Standar 3 (S3).
Sekolah Lansia tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang bagi para lansia untuk berinteraksi dan menjaga kesehatan serta kebahagiaan di usia lanjut.
“Yang paling penting adalah memberikan kesempatan untuk mereka saling berinteraksi. Karena pada saat usia lanjut ini kita perlu agar lansia tetap sehat dan berbahagia,” ujarnya.
Isyana menambahkan, pemerintah juga mendorong pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit, termasuk bagi kelompok lanjut usia.
Sebanyak 70 peserta Sekolah Lansia Seroja dan Maroso mengikuti pembelajaran selama enam hingga 12 bulan sebelum menjalani wisuda.
Menurut Isyana, selain pembelajaran terkait kesehatan dan kehidupan lansia, program tersebut juga diarahkan pada pengembangan keterampilan. Sekolah Lansia Seroja dan Maroso, misalnya, bekerja sama dengan Balai Vokasi Makassar untuk memberikan pelatihan yang mendorong kreativitas dan produktivitas para lansia.
Ia mengatakan, pelaksanaan Sekolah Lansia di berbagai daerah akan terus dikembangkan melalui kolaborasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
“Ini merupakan bukti bagaimana kolaborasi antara kementerian dan lembaga, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus dilakukan seperti yang selalu menjadi arahan Bapak Presiden,” pungkasnya.
