JEPANG, MAL — Wakil Wali Kota Saijo, Akihiro Nabae (62), dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa tandu hias raksasa dalam perayaan Festival Tradisional Jepang di Prefektur Ehime pada Sabtu (17/10).
Insiden maut ini menambah daftar panjang korban jiwa dalam rangkaian festival budaya yang berlangsung di Jepang selama sepekan terakhir.
Akihiro Nabae mengembuskan napas terakhir sekitar satu jam setelah dilarikan ke rumah sakit akibat terhimpit mikoshi atau tandu hias yang diperkirakan memiliki berat hingga tiga ton. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban bersama puluhan peserta lain sedang mengangkat benda sakral tersebut di area tepi sungai Kota Saijo.
“Apakah tandu tersebut terjatuh atau ia kehilangan keseimbangan karena suatu sebab masih diselidiki,” kata Makoto Hagiyama, Wakil Kepala Kantor Polisi Setempat.
Selain insiden di Saijo, dua pria lain juga tewas dan 16 orang luka-luka dalam Festival Danjiri di Prefektur Osaka pada Sabtu (10/10). Kedua korban di Osaka tersebut meninggal dunia setelah tandu seberat empat ton terbalik saat melakukan manuver belok cepat yang menjadi atraksi utama Festival Tradisional Jepang tersebut.
Laporan dari The Japan Times menyebutkan bahwa kedua korban di Osaka awalnya berdiri di sisi tandu untuk mencegahnya terbalik. Hingga kini, pihak Kepolisian Prefektur Osaka masih melakukan investigasi mendalam terkait standar keselamatan dalam festival yang melibatkan massa dan benda berat tersebut.
Festival Saijo sendiri merupakan tradisi peninggalan zaman Edo sebagai bentuk rasa syukur kepada dewa atas hasil panen yang melimpah. Meski risiko kecelakaan dalam Festival Tradisional Jepang tergolong tinggi, pemerintah daerah setempat hingga saat ini tetap melanjutkan tradisi tersebut dengan alasan pelestarian budaya lokal.
