Wabub Sigi Samuel Dorong Disabilitas untuk Berkreasi

oleh -
Wakil Bupati Sigi Samuel Y Pangi saat silaturahmi bersama teman-teman disabilitas di LKS LU Pelitas Hati Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru, Selasa (19/07).

SIGI – Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan, penyandang disabilitas perlu mendapat perhatian tersendiri, sehingga disabilitas juga memiliki tempat untuk bisa berkreasi yang bisa menghasilkan ekonomi.

“Ruang-ruang ekonomi bagi disabilitas perlu dibangun, sehingga disabilitas juga memiliki aktifitas dengan kekurangan yang dimilikinya, dan saya memberikan apresiasi apa yang sudah dilakukan teman teman disabilitas saat ini,” kata Samuel saat silaturahmi bersama teman-teman disabilitas di LKS LU Pelitas Hati Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru, Selasa (19/07).

Samuel menambahkan, teman-teman disabilitas juga harus memiliki lembaga yang dapat menghimpun semua kelompok disabilitas. Sehingga dengan adanya lembaga tersebut, akan memudahkan dalam menerima manfaat khususnya dari pemerintah.

“Setahu saya belum ada lembaga khusus disabilitas yang menghimpun semua disabilitas di daerah, yang ada hanya lembaga lanjut usia (Lansia), dan Lansia terorganisir, karena ketuanya melekat pada pemerintah daerah,” ungkap Samuel yang juga ketua Lansia di Kabupaten Sigi.

Sementara Ketua LKS LU Pelita Hati Erwin Pakewai menyambut kehadiran teman teman disabilitas, dan dirinya juga berharap agar para disabilitas memiliki tempat tersendiri, dan dapat mengolah kemampuan yang dimilikinya.

“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih pada Wabub Sigi, yang sudah melihat langsung saudara saudara kita yang di sabilitas. Tentunya ini juga menjadi semangat bahwa, kekurangan yang dimiliki bukan menjadi hambatan untuk terus berkreasi,” kata Erwin.

Ketua Pokja Forum Disabilitas Sulawesi Tengah Hery di kesempatan itu juga menyampaikan, saat ini pihaknya tengah melakukan penguatan terhadap disabilitas di Desa Bora. Penguatan tersebut lanjutnya, dalam bentuk pemahaman soal Inklusi PRB (Pengurangan Resiko Bencana). Dalam artian, disabilitas dalam kebencanaan telah memiliki pemahaman dan kesiapan saat bencana terjadi.

Hal ini juga kata Hery, harus di dukung oleh pemerintah, dengan adanya sarana yang disiapkan, khususnya pada fasilitas umum bagi disabilitas.

“Hal inilah yang kita coba dorong dan Desa Bora menjadi desa percontohan. Dalam hal ini kami di dukung oleh NGO ASB dan berharapan bisa berkelanjutan dan menjadi perhatian pemerintah daerah,” harapnya.

Reporter: Hady/***