Vaksinasi Covid untuk Nakes Ditarget Rampung Akhir Februari

oleh -
Kadinkes Provinsi Sulteng, dr I Komang Adi Sujendra

PALU – Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah membuat surat edaran kepada 10 kabupaten di Sulteng (selain Palu, Donggala dan Poso) agar segera menjemput vaksin Covid-19 yang telah dikirim oleh pemerintah pusat.

Dinkes Sulteng sendiri telah menerima sebanyak 28 ribu dosis vaksin buatan Shinovac China tersebut untuk didistribusikan ke kabupaten.

“Hari Sabtu kemarin sudah tiba lagi vaksin ke kita yang akan didistribusikan segera ke 10 kabupaten yang masih tersisa. Mungkin bisa mulai besok kalau sudah ada yang siap menjemput dari kabupaten. Kami sudah buatkan surat edarannya untuk dijemput,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sulteng, dr I Komang Adi Sujendra, Senin (25/01).

Ia mengatakan, pelaksanaan vaksin untuk tahap pertama, sesuai terget akan berlangsung Januari sampai April yang meliputi tenaga kesehatan (nakes), ditambah dengan tenaga pelayanan publik seperti ASN, TNI/Polri dan lainnya.

“Tapi kan memang ada berubah-berubah sedikit modifikasinya dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sesuai dengan semangat percepatanlah,” katanya.

Menurutnya, sesuai target Menteri Kesehatan saat rapat melalui aplikasi ZOOM bersama Gubernur se-Indonesia dan Mendagri, proses vaksinasi untuk nakes sebisanya bisa selesai minggu ke tiga atau akhir Februari ini, setelah itu baru lanjut untuk tenaga yang bekerja di pelayanan publik.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk tenaga kesehatan sendiri dibagi dalam dua termin. Termin pertama, kata dia, sudah berjalan Januari ini untuk tiga daerah, Palu, Donggala dan Poso.

“Jadi yang tiba sekitar 28 ribu dosis ditambah 22 ribu yang sebelumnya itulah yang untuk 10 kabupaten sisa. Jadi itu semua untuk tenaga kesehatan,” jelasnya.

Kepada masyarakat, jika nantinya sudah tiba gilirannya untuk divaksin, maka ia mengimbau agar tidak ragu-ragu tentang keamanannya, karena sudah dijamin oleh lembaga yang kredibel dalam hal ini Badan POM bahwa vaksin ini aman dan bermutu.

“Selain itu dijamin juga kehalalan dan kesuciannya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi masyarakat jangan ragu-ragu dan tidak percaya dengan hoax, Saya sendiri sudah selesai divaksin dan sampai sekarang aman-aman saja. Karena saat dilakukan vaksin juga tidak sembarangan, mesti ditensi dulu dan sebagainya,” tutupnya. (RIFAY)