PALU, MAL – Universitas Alkhairaat (Unisa) menjajaki kerja sama dengan Brigade 99 Garda Alkhairaat untuk memperkuat kaderisasi berbasis ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) Alkhairaat dan kebangsaan.

Penjajakan itu dibahas dalam kunjungan Rektor Unisa, Dr. Mohammad Yasin, ke Markas Komando Nasional Brigade 99 Garda Alkhairaat di lantai II Gedung PB Alkhairaat, Palu, Selasa (20/10). Kunjungan tersebut diterima Sekretaris Jenderal Brigade 99 Garda Alkhairaat, Ibrahim R. Mangge.

Dalam pertemuan itu, Unisa menyatakan kesiapan mendukung kegiatan kaderisasi dengan melibatkan mahasiswa, satuan pengamanan (satpam), serta pejabat di lingkungan universitas.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadikan Unisa sebagai basis penguatan ideologi Aswaja Alkhairaat, militansi kader, dan komitmen kebangsaan. Upaya ini juga diarahkan untuk melahirkan generasi yang mampu menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan Guru Tua, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri.

Selain kaderisasi, kedua pihak membahas penguatan persiapan pengusulan Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional, pengembangan jaringan Garda Alkhairaat hingga tingkat desa dan kelurahan, serta pemanfaatan potensi alumni Unisa yang tersebar di berbagai instansi pemerintahan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sulawesi Tengah.

Mohammad Yasin juga menegaskan komitmen pribadinya untuk terus mengabdi kepada Alkhairaat. Di lingkungan kampus, Unisa telah membentuk satuan tugas antikekerasan sebagai upaya mencegah perundungan atau bullying.

Kedua pihak berharap kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui program kaderisasi yang konkret dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kealkhairaatan dan kebangsaan serta memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.