PALU, MAL – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menurunkan 1.125 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Mahasiswa tersebut akan menjalankan program pengabdian selama dua bulan melalui 142 posko dengan fokus pada moderasi beragama, desa cerdas, dan pertanahan.

Pelepasan mahasiswa dilaksanakan Jumat (16/10/2026), menandai dimulainya kegiatan pengabdian yang dijadwalkan berlangsung hingga 15 Desember 2026.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Datokarama, Suharto, mengatakan penempatan mahasiswa meliputi 126 orang di Kota Palu, 289 orang di Donggala, 355 orang di Sigi, dan 353 orang di Parigi Moutong.

Di empat wilayah tersebut, mahasiswa ditempatkan pada 139 desa dan kelurahan. Selain itu, terdapat tiga posko khusus, masing-masing di Masjid Istiqlal Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah, dan Kampung Baru untuk pengabdian bidang sains dan teknologi.

Pelaksanaan KKN Tematik tahun ini diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan hasil penelitian. Program kerja mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin akademik, tetapi disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Datokarama, Sahran Raden, menjelaskan tema moderasi beragama diarahkan untuk memperkuat toleransi, kerukunan antarumat beragama, dan keharmonisan sosial.

Sementara itu, program desa cerdas mencakup penguatan literasi digital, peningkatan kapasitas masyarakat, tata kelola pemerintahan desa, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.

Adapun tema pertanahan difokuskan pada peningkatan pemahaman hukum dan administrasi pertanahan, termasuk kepastian hukum hak atas tanah.

“Mahasiswa diharapkan dapat membantu meningkatkan literasi hukum, memetakan persoalan penguasaan dan pemanfaatan tanah, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepastian hukum hak atas tanah,” kata Sahran dalam pembekalan KKN pada 12 Oktober 2026.

Ia menambahkan, program tersebut menggunakan pendekatan Research-Based Community Engagement, yakni pengabdian berbasis penelitian, observasi, identifikasi kebutuhan, dan analisis sosial di lapangan.

Melalui pendekatan itu, mahasiswa diharapkan dapat merancang kegiatan yang sesuai dengan persoalan masyarakat dan memiliki manfaat yang dapat ditindaklanjuti.

Rektor UIN Datokarama, Lukman S. Thahir, sebelumnya menekankan pentingnya pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan didukung hasil riset.

“Kami ingin memastikan program pengabdian tersebut berbasis riset untuk memecahkan masalah yang dihadapi warga,” kata Lukman saat pembekalan mahasiswa di Palu, Senin (12/10/2026).

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga kedisiplinan, etika, serta menghormati nilai dan kebiasaan masyarakat selama menjalankan pengabdian.

Sebelum diterjunkan, 1.125 mahasiswa tersebut mengikuti pembekalan pada 12–13 Oktober 2026 di Auditorium UIN Datokarama Palu. Materi pembekalan meliputi program KKN Tematik, etika pengabdian, moderasi beragama, pembangunan desa cerdas, dan persoalan pertanahan.

Melalui program ini, UIN Datokarama berharap mahasiswa dapat memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat sekaligus membantu pemerintah daerah dan desa dalam menjalankan program pemberdayaan.***