“Tolak Rasisme, Papua Negeriku yang Damai”

oleh
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Sulteng. (FOTO: IST)

PALU – Kisruh yang terjadi di Papua dan Papua Barat baru-baru ini telah menarik perhatian berbagai elemen bangsa di negeri ini. Lagi-lagi, salah satu yang menjadi pemicu adalah beredarnya berita bohong atau hoax yang sengaja dihembuskan oknum tidak bertanggung jawab.

Hal ini pula yang mengundang reaksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Sulteng itu. Salah satu elemen organisasi Muhammadiyah ini merasa prihatin dengan peristiwa yang terjadi, apalagi penyebab lainnya juga berlatar belakang rasisme dan adu domba yang sama sekali bukan mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.

Kepada seluruh elemen bangsa, khususnya di Sulteng, IMM mengimbau untuk tidak terpancing dengan kejadian itu.

“Jangan mudah diadu domba oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang rela mengorbankan rakyatnya sendiri demi kepintingan pribadi atau kelompoknya dengan berbagai macam cara,” kata Ketua Bidang Organisasi, DPD IMM Sulteng, Lukman Hakim, baru-baru ini.

Harusnya, kata dia, sesama anak bangsa, mempunyai tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan kasatuan, bukan malah memecah belah.

“Alangkah baiknya jika hari kemerdekaan yang baru saja kita peringati tanggal 17 Agustus lalu, kita jadikan momentum untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme. NKRI harga mati,” tegasnya.

Kepada semua pihak, ia berharap agar menyerahkan segala hal yang berkaitan kerusuhan itu kepada pihak kepolisian. Kemudian, mendukung Polri untuk mengusut tuntas dalang kerusuhan yang terjadi di tanah air, terkhusus di Tanah Papua, termasuk mereka yang sengaja menyebar berita hoax di medsos.

“Tolak rasisme. Papua adalah negeriku yang damai. Salam saudaraku sebangsa dan setanah air,” pungkasnya.

Terakhir, ia juga menyampaikan pesan untuk menjaga perdamaian dan keamanan, baik pascapemilu 2019, maupun dalam menghadapi Pilkada serentak Tahun 2020 mendatang. (RIFAY)