TOUNA, MAL — Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una memulai langkah serius dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pemanfaatan ruang di sekitar danau. Melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Alfian Matajeng, Kabupaten Tojo Una-Una membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait kajian penetapan garis sempadan Danau Banano I, II, dan III pada Rabu, 02/09/2026, di Aula Marina Cottage’s.
Kegiatan strategis ini merupakan inisiatif dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, bertujuan untuk menata dan melindungi sumber daya air. Penetapan garis sempa dan Danau Banano ini juga diharapkan dapat memastikan pemanfaatan ruang di area sekitar danau berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan serta kepentingan masyarakat lokal.
Dalam sambutannya, Sekda Alfian Matajeng menyampaikan apresiasi mendalam kepada Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu atas inisiasi kajian tersebut. Menurutnya, penetapan garis sempadan danau memiliki arti yang sangat strategis, bukan hanya dari perspektif teknis pengelolaan air.
Kajian ini juga penting untuk menjaga keseimbangan vital antara kepentingan pembangunan, kebutuhan masyarakat, dan kelestarian lingkungan hidup. Penentuan garis sempadan danau akan menjadi pedoman penting bagi semua pihak.
“Penetapan garis sempadan memiliki fungsi penting dalam memberikan kepastian mengenai ruang yang harus dilindungi di sekitar badan air. Kejelasan ini sangat diperlukan agar pemanfaatan ruang di sekitar danau dapat dilakukan secara tertib dan terkendali,” kata Alfian Matajeng, Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una.
Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, lanjut Alfian, secara prinsipil mendukung penuh langkah Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu dalam melakukan kajian serta penataan sumber daya air di wilayahnya. Dukungan ini menunjukkan komitmen daerah terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Alfian menegaskan, dukungan konkret akan diwujudkan melalui sinergi antarperangkat daerah terkait, penyediaan data dan informasi yang akurat, serta fasilitasi koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air.
Sekda Tojo Una-Una berharap, FGD ini tidak hanya terpaku pada pembahasan aspek administratif dan teknis. Namun, juga harus mampu menggali kondisi riil di lapangan serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang telah lama berinteraksi dan menggantungkan kehidupannya pada danau-danau tersebut.
“Pembangunan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga harus memikirkan hak generasi yang akan datang untuk menikmati sumber daya alam yang tetap terjaga,” tegasnya.
Semangat ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tojo Una-Una, yakni “Mewujudkan Masyarakat Tojo Una-Una yang Religius, Maju, Adil dan Sejahtera Berbasis Sektor Unggulan yang Berkelanjutan.” Penetapan garis sempadan Danau Banano adalah bagian dari visi tersebut.
Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh peserta FGD untuk memanfaatkan forum ini dengan sebaik-baiknya. Ia berharap semua pihak dapat menyampaikan masukan secara terbuka dan bersama-sama merumuskan rekomendasi terbaik demi keberlanjutan Danau Banano serta masyarakat di sekitarnya.
