JAKARTA – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pendidikan vokasi di Indonesia dengan membekali siswa dan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri telekomunikasi.

Sebanyak 54 peserta yang terdiri atas siswa dan 14 guru dari sejumlah SMK di wilayah Jabodetabek mengikuti pelatihan infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik yang digelar di TBIG Learning Center, Jakarta.

Pelatihan tersebut memadukan materi teori dengan praktik langsung sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif mengenai teknologi dan infrastruktur telekomunikasi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TBIG melalui program CSR Pilar Pendidikan, khususnya dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang pendidikan vokasi.

Materi pelatihan mencakup pengenalan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi fiber optik, mulai dari perangkat, fungsi, karakteristik hingga penerapannya.

Pendekatan berbasis praktik memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi pekerjaan di industri. Sementara itu, guru mendapatkan tambahan wawasan yang dapat mendukung pengembangan pembelajaran vokasi di sekolah.

Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya TBIG mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan pembelajaran di sekolah.

“Pelatihan ini kami lakukan secara rutin sebagai bagian dari program CSR Pilar Pendidikan. Kami ingin memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal secara langsung teknologi dan praktik di industri telekomunikasi. Pada saat yang sama, kami juga melibatkan guru agar pengetahuan yang diperoleh dapat dibawa kembali ke sekolah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para siswa,” ujar Lie Si An.

Menurutnya, keterhubungan antara industri dan pendidikan semakin penting, khususnya dalam pendidikan vokasi yang berorientasi pada kesiapan kerja.

“Kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan penting untuk memastikan kompetensi yang dipelajari siswa tetap relevan dengan perkembangan industri. Kami berharap pengalaman yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi siswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, sekaligus membantu guru memperkaya pembelajaran vokasi di sekolah,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan pelatihan. Guru SMK Negeri 26 Jakarta, Suryo Nugroho, mengatakan materi dan praktik yang diberikan memberikan pengalaman yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan pengalaman praktik terkait infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik yang dapat kami terapkan dalam pembelajaran di sekolah,” katanya.

Hal senada disampaikan guru SMK Cyber Media Jakarta, Rizki Mulya Maulidhan. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan industri dan memberikan wawasan baru bagi guru maupun siswa.

“Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan industri dan memberikan wawasan baru bagi guru maupun siswa, khususnya dalam bidang fiber optik dan telekomunikasi,” ujarnya.

Melalui program tersebut, TBIG terus mendorong hubungan yang lebih erat antara dunia pendidikan dan industri. Selain membekali siswa dengan pengetahuan dan pengalaman praktis, TBIG melibatkan guru sebagai bagian penting dalam memperluas manfaat program di lingkungan sekolah.

Ke depan, TBIG akan terus mengembangkan program pendidikan vokasi yang memberikan pengalaman belajar sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi dan infrastruktur telekomunikasi.**