Sulteng Siap Pertahankan Rekor Lompat Jauh di Peparnas Papua

oleh -
Atlet Renang Sulawesi Tengah untuk Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Tuna Rungu, Sofyan, tengah berlatih renang gaya Punggung pada sesi pemusatan latihan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (26/10). (Faldi)

PALU – Kepala Pelatih Cabang Olahraga Atletik Irvan Potabuga mengatakan, kontingen Sulawesi Tengah dari nomor lompat jauh telah siap untuk mempertahankan rekor, dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) yang akan berlangsung di Provinsi Papua pada 2-15 November mendatang.

Irvan mengatakan kesiapan itu berdasar pada peningkatan fisik, maupun konsistensi jarak lompatan yang dihasilkan dalam setiap sesi latihan oleh sang atlet, yang berlangsung di Stadion mini Kelurahan Petobo, Kota Palu.

“Tentu dengan perkembangan ini kita masih yakin bahwa gold medal atau medali emas itu masih akan memihak ke kita. Sekaligus rekor tersebut masih akan berada ditangan atlet asal Sulawesi Tengah atas nama Farid dengan ketunaan rungu,” kata Pelatih Atletik, Irvan Potabuga, di Kota Palu, Rabu (27/10).

Ia menjelaskan pada setiap sesi latihan, rata-rata jauh lompatan yang dihasilkan oleh Farid berada pada jarak tidak kurang dari 6 meter 50 centi sampai 6 meter 58 centi. Artinya terpaut sedikit saja dari rekor yang pernah diciptakannya pada Peparnas di Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, yakni 6 meter 59 centi saat meraih medali emas.

Sedang pada nomor lari 100 meter, Sulteng akan diwakili oleh Saskia pada ketunaan Netra Low dengan catatan waktu mendekati limit sebagai peraih medali yakni 14 detik. Berdasarkan catatan prestasinya pada Peparnas tahun 2012 dan 2016, Saskia berhasil menyabet medali perunggu.

Selain Saskia, dalam cabor atletik Sulawesi Tengah turut menaruh harapan pada masing-masing atletnya yang akan berlaga dalam nomor lari 400 dan 1.500 meter putra.

“Kalau tolak peluru, kita juga punya namun masih terus kita upayakan menggenjot latihannya disisa-sisa waktu ini. Namun pada empat atlet itu memang kita sudah menargetkan,” jelasnya.

Total ada delapan atlet yang sudah disiapkan kontingen Sulawesi Tengah, untuk saling menjajal kemampuan dengan para atlet lainnya. Atlet yang sudah disiapkan itu masing-masingnya pada ketunaan rungu, tuna grahita, tuna netra low.

Sementara pada cabang olahraga renang, pada Peparnas kali ini Sulawesi Tengah bakal bergantung pada tuna rungu atas nama Sofyan, dan tuna grahita atas nama Fitriani.

Pelatih Cabang Olahraga Renang Sulawesi Tengah untuk Peparnas, Amiluddin menjelaskan, masing-masingnya atlet atas nama Sofyan bakal berada pada dua nomor sekaligus yakni gaya punggung jarak 50 meter, dan gaya bebas jarak 50 meter.

“Fitriani juga sama, dua sekaligus nomor renang yang akan diwakilinya, pada gaya dada 50 meter, dan gaya bebas juga 50 meter, jadi dua atlet ini tugasnya sangat berat,” kata Kamiluddin, saat sesi latihan berlangsung di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu sore.

Ia menjelaskan hingga pada pekan terakhir dalam pemusatan latihan, limit waktu yang dimiliki Fitriani pada gaya dada dengan jarak 50 meter ialah 53 detik, sedangkan yang harus dicapainya adalah 49 detik sebagai prasyarat standar peraih medali putri.

Meski begitu, sang pelatih optimis selisih waktu 4 detik itu dapat diselesaikan oleh Fitriani sebelum masa pemberangkatan kontingen Sulteng ke event Peparnas Papua.

“sedangkan Sofyan ini catatan wakyunya yah sepertinya masih harus butuh kerja keras lagi untuk ukuran atlet putra,” jelasnya.

Sementara itu Kontingen Sulawesi Tengah bakal mulai bertolak ke Provinsi Papua pada 2 November mendatang. Sejak menjadi peserta perhelatan Pekan Paralimpiade Nasional pada 2004 silam, atlet-atlet asal Sulawesi Tengah berhasil menorehkan prestasi yang cukup cemerlang.(Faldi)