SAN FRANCISCO, MAL — Penerbangan Singapore Airlines SQ31 rute San Francisco menuju Singapura terpaksa melakukan pendaratan kembali di Bandara Internasional San Francisco (SFO) pada Rabu (14/10) malam waktu setempat.
Keputusan ini diambil pilot setelah seorang penumpang dilaporkan berperilaku tidak tertib dan melukai dirinya sendiri saat pesawat berada di atas Samudra Pasifik.
Maskapai mengonfirmasi bahwa pesawat Airbus A350-900 tersebut telah mengudara selama hampir sembilan jam sebelum akhirnya berbalik arah menuju California Utara. Pilot menilai situasi di kabin berisiko terhadap keselamatan penerbangan sehingga memilih kembali ke bandara asal yang memiliki fasilitas penanganan medis dan otoritas yang lebih memadai.
Setibanya di San Francisco pada pukul 20.41 waktu setempat, petugas keamanan segera mengamankan penumpang yang bersangkutan untuk diproses secara hukum. Pihak maskapai Singapore Airlines SQ31 belum merinci identitas maupun detail cedera yang dialami oleh individu tersebut selama insiden berlangsung.
“Seorang pelanggan Singapore Airlines di penerbangan SQ31 berperilaku tidak tertib dan melukai dirinya sendiri dalam prosesnya,” kata Juru bicara Singapore Airlines.
Langkah putar balik di tengah rute trans-Pasifik merupakan prosedur darurat yang diambil kapten karena terbatasnya bandara pengalihan di sepanjang jalur tersebut. Data dari Singapore Airlines menunjukkan bahwa seluruh penumpang lain dalam kondisi aman dan mendapatkan bantuan penjadwalan ulang untuk penerbangan lanjutan.
“Para pilot menilai situasi tersebut dan memutuskan untuk kembali ke San Francisco demi keselamatan seluruh penumpang dan awak,” ujar Juru bicara Singapore Airlines.
Penerbangan Singapore Airlines SQ31 akhirnya diberangkatkan kembali menuju Singapura pada pukul 23.18 waktu setempat dengan menggunakan kru pengganti. Pihak maskapai secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan akibat gangguan operasional tersebut.
