Sengketa LPSE Poso dan Rekanan Diputus NO, Penggugat Nyatakan Banding

oleh
Suasana sidang putusan sengketa antara LPSE Pemkab Poso dengan CV Alba Perkasa, di PN Poso, Selasa (17/09). (FOTO: MANSUR)

POSO – Setelah melalui proses persidangan yang cukup panjang dan melelahkan selama 13 kali  di Pengadilan Negeri (PN) Poso, sidang kasus perdata antara CV. Alba Perkasa dengan Layanan Pengadaan Secara Elektonik (LPSE) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso, berakhir dengan putusan Niet Otvankelijke Verklaard (NO), atau menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima karena cacat formil.

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Poso, Achmad Yuliandi Erria Putra, Selasa (17/09) dihadiri kuasa hukum dari para pihak yang bersengketa.

Menurut majelis hakim, dengan adanya putusan tersebut, maka seluruh gugatan yang diajukan tidak akan ditindaklanjuti sehingga tidak ada objek gugatan untuk dieksekusi.

Pemilik CV Alba Perkasa, Moh. Rusli B selaku penggugat, mengaku kecewa dengan hasil putusan hakim. Ia menyatakan akan melakukan upaya banding.

Menurutnya, meskipun gugatan tidak diterima oleh pengadilan, namun dengan adanya gugatan tersebut, dirinya berharap agar ke depan pihak LPSE Pemkab Poso bisa lebih professional saat menggelar proses tender, sehingga tidak merugikan pihak rekanan atau kontraktor.

Senada dengan Rusli, kuasa hukum penggugat, Mohammad Taufik D. Umar, membenarkan adanya upaya banding yang akan dilakukan terkait hasil putusan mejalis hakim tersebut. Menurutnya, putusan NO sangat mengecewakan sehingga pihaknya mengambil sikap untuk melakukan banding.

“Saya bersama klien sudah melakukan koordinasi dan memutuskan untuk banding. Paling lambat tiga hari ke depan pengajuan banding saya lakukan setelah salinan putusan sudah di tangan saya,” tambah Taufik.

Perseteruan antara CV. Alba Perkasa milik Moh. Rusli B dengan Ketua Pokja Dua LPSE Pemkab Poso berawal saat proses tender proyek tambatan perahu dengan anggaran sekitar Rp500 juta yang melekat pada Dinas Pariwisata, Tahun 2019.

Di mana saat pengumuman pemenang berlangsung, pihak LPSE menggugurkan CV. Alba Perkasa sebagai pemenang pertama dengan alasan dokumen yang diserahkan hanya berupa foto copi. LPSE justru memenangkan CV. Nadia Pratama yang notabene merupakan pemenang ketiga. (MANSUR)