PALU, MAL — Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, M. Sadly Lesnusa, resmi dilantik sebagai bagian dari kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) Sulawesi Tengah. Prosesi pelantikan tersebut berlangsung khidmat di Hotel Best Western Plus Coco Palu pada Sabtu (03/10).

Dalam struktur kepengurusan baru tersebut, Drs. Arfan ditetapkan sebagai Ketua DPW MIPI Sulawesi Tengah. Kehadiran organisasi profesi ini diharapkan menjadi motor penggerak kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan birokrat dalam memajukan tata kelola pemerintahan di wilayah Sulawesi Tengah.

M. Sadly Lesnusa menyatakan bahwa momentum pelantikan ini sangat penting bagi penguatan peran organisasi dalam pengembangan ilmu pemerintahan secara praktis. Keberadaan pengurus baru diharapkan mampu memberikan gagasan segar bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih efektif.

“Pelantikan DPW MIPI Sulawesi Tengah ini merupakan momentum yang baik untuk memperkuat peran serta kontribusi organisasi dalam pengembangan ilmu pemerintahan,” kata M. Sadly Lesnusa, Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kita berharap MIPI dapat menjadi wadah untuk membangun komunikasi, bertukar gagasan, serta mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran yang konstruktif bagi penyelenggaraan pemerintahan,” tambahnya.

Sadly menegaskan bahwa dinamika pemerintahan yang terus berkembang membutuhkan sinergi pengetahuan dari berbagai pihak. Melalui wadah MIPI Sulawesi Tengah, diharapkan lahir kajian ilmiah dan seminar yang dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah.

Lebih lanjut, pihak Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan keterbukaannya terhadap ruang komunikasi dan kolaborasi. Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung kualitas pelayanan publik serta transparansi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Eksistensi MIPI di daerah ini juga diproyeksikan menjadi mitra strategis bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Fokus utamanya adalah menghadirkan solusi atas berbagai tantangan tata kelola melalui pendekatan ilmiah dan pengalaman empiris para pengurusnya.