PALU, MAL — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Jamaluddin Mariadjang, mengecam aksi pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ia menilai tindakan itu sebagai perbuatan zalim. Dan berpotensi mengganggu stabilitas negara serta merugikan kelangsungan hidup masyarakat.
“Iya, oknum pelaku pembakaran zalim dan bisa masuk makar karena mengganggu stabilitas negara,” kata Jamaluddin di Palu, Selasa (20/10) pagi.
Ia menegaskan, pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan dan sebagian wilayah Sulawesi Tengah telah mengganggu aktivitas masyarakat. Dampaknya, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan, serta menghambat aktivitas pendidikan.
Sekjen mengatakan, kabut asap dapat mengurangi jarak pandang sehingga mengganggu kelancaran dan keselamatan transportasi udara. Kondisi tersebut juga berpotensi menghambat kegiatan belajar mengajar, terutama ketika kualitas udara memburuk dan aktivitas luar ruangan harus dibatasi.
Jamaluddin menilai, dampak tersebut menunjukkan bahwa pembakaran hutan dan lahan bukan sekadar persoalan lingkungan. Melainkan masalah serius yang menyangkut keselamatan, kesehatan, pendidikan, dan ketenteraman masyarakat.
“Perlu perhatian serius terhadap praktik pembakaran hutan dan lahan agar tidak terus berulang dan menimbulkan kerugian yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
