Sampaikan Visi dan Misi di PKB, Ronald Sebut Wali Kota ke Depan Harus Setengah ‘Gila’

oleh
Balon Wali Kota Palu, Ronald berpose bersama tim Desk Pilkada PKB Kota Palu usai memaparkan visi dan misi, di Kantor DPC PKB Kota Palu, Rabu (04/12). (FOTO: MAL/YAMIN)

PALU –  Salah satu Bakal Calon (Balon) Wali Kota Palu dari Partai Demokrat, Ronald mengatakan, salah satu kriteria figur yang akan memimpin Kota Palu ke depan adalah harus memiliki ide-ide kreatif yang berani memutuskan terobosan strategis untuk kesejahteraan masyarakat pascabencana.

“Wali kota kedepan harus setengah gila, tidak takut sedikit melanggar aturan jika aturan itu akan merugikan masyarakat. Tetapi tetap harus membangun komunikasi yang baik dengan semua unsur terkait termasuk pihak penegak hukum,” tegas Ronald saat menyampaikan visi misinya di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Palu, Rabu (04/12).

Dia menjelaskan, terobosan yang dimaksud berkaitan dengan pengalokasian anggaran. Maka sebagai pemerintah, kata dia, harus mampu memberikan penjelasan dan berani melibatkan pihak ketiga dalam melaksanakan program untuk membangun daerah.

Dia mencontohkan, di Kota Palu ada 12 perusahaan galian C yang mengeruk Sumber Daya Alam (SDA) untuk memenuhi kebutuhan pembangunan kota lain, salah satunya Balikpapan. Sementara, kata dia, pembangunan di Kota Palu sangat tertinggal.

“Semua dari kita, kenapa bukan kita yang ciptakan. Banyak kok pengusaha yang mau kita ajak kerja sama. Hari ini pembangunan Balikpapan sangat maju, kita daerah penyuplai bahan hanya mendapat debunya. Kenapa tidak kita ajak kerja sama pengusahanya, kita yang menyediakan bahannya untuk pembangunan daerah kita,” katanya.

Berkaitan dengan anggaran yang minim, Ronald mengaku sebagai mantan anggota Banggar di DPRD Kota Palu, ia sangat memahami soal defisit anggaran dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang begitu besar.

“Soal anggaran kita bisa sesuaikan porsi yang ada. Saya punya ilustrasi seorang penjual ayam bisa membangun universitas, tentunya dengan modal niat yang sungguh-sungguh untuk maju pasti Allah SWT berikan jalan walaupun anggaran itu susah kita dapat,” ucapnya.

Begitu juga dengan penangan sampah. Beberapa tahun lalu, kata dia, Pemkot Palu juga sudah melakukan kerja sama dengan pihak asing, tetapi hingga saat ini masalah sampah belum terselesaikan dengan baik. Padahal, menurutnya, untuk kebersihan kota cukup mengadopsi daerah-daerah di Indonesia, seperti Surabaya yang bisa menata kotanya dengan baik.

“Surabaya itu juga mempihakketigakan penanganan sampah termasuk untuk kebersihan dan keindahan kotanya. Untuk efisiensi angaran, kenapa kita harus ke luar negeri, sementara di dalam negeri ada yang bisa,” terangnya.

Secara garis besar, jika dipercaya menjadi Wali Kota atau Wakil Wali Kota Palu, Ronald berjanji akan membentuk pribadi dan karakter masyarakat yang humanis, santun, beradab dan penuh kekeluargaan, melalui pendekatan visi ‘Membangun Kota Palu Religius, Unggul dan Sejahtera’.

Di kesempatan itu, Ronald menjawab secara terstruktur pertanyaan dari tim Penjaringan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, DPC PKB Kota Palu atau tim sembilan yang diketuai Nasir Dg Gani.

Beradasarkan jadwal, di hari kedua tanggal 5 Desember 2019, bakal calon selanjutnya yang akan memaparkan visi misinya adalah Gufron Ahmad, disusul Bhartolomeus Tandigala di tanggal 6 Desember, Ilyas Lapali di tanggal 7 Desember, Imleda Liliana tanggal 8 Desember, Hadianto Rasyid tanggal 9 Desember, Hidayat di tanggal 10 Desember dan tanggal 11 Desember, H. Alimuddin H. Alibau. (YAMIN)