PMII Palu Gelar Seminar Enterpreneurship di Ponpes An-Nur

oleh
Jalannya seminar yang diinisiasi PMII Cabang Palu di Ponpes Tahfiz Qur’an An-Nur, Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaili, Jumat (29/11). (FOTO: IST)

PALU – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Palu mengadakan seminar enterpreneurship khusus untuk bidang peternakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfiz Qur’an An-Nur, Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaili, Jumat (29/11).

“Teman-teman organisasi hari ini sangat peduli. Padahal konotasi pergeran mahasiswa itu biasanya tidak seperti ini. Tetapi hari ini PMII ingin sekali berbagi. Mudah-mudahan dengan kedatangan kami di pesantren ini bisa membuat usaha beternak ini lebih maju ke depanya. Karena memang pada dasarnya, beternak itu harus sabar,” ucap pemateri dari Fakultas Peternakan Untad, Dr. Ir. Rusdin, MP.

Ia mewakili pihak Fakultas Peternakan Untad mengaku siap jika nanti dibutuhkan dalam bidang pembinaan peternakan.

“Karena ini adalah kepentigan umat,” ujarnya.

Salah satu peternak unggas di Baiya, Zaenal, mengatakan, sejak tahun 2012, dirinya sudah menekuni dunia ternak dan sudah banyak pengalaman yang didapatkan.

“Untuk pondok pesantren yang santrinya banyak putra, bisa kita atur waktunya untuk mengurusi ternak ayam kampung,” sarannya.

Menurutnya, beternak adalah salah satu cara untuk membangkitkan ekonomi di pesantren karena hasilnya bisa mencukupi kebutuhuan sehari-hari.

“Maka tidak menutup kemungkinan pondok pesantren ini juga bisa mencapai itu,” katanya.

Ibrahim, salah satu Akademisi IAIN Palu yang turut menjadi narasumber, menyebutkan, penguatan ekonomi di pesantren sangat penting karena pesantren menjadi kekuatan karakter bangsa yang tidak bisa dijebol.

“Kader-kader pesantren hari ini harus kita jaga terutama mentalitas, karakter dan fisik,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Ketua PMII Cabang Kota Palu, Taslim Pakaya, menyerahkan 15 ekor ayam kampung dan 1 mesin penetas telur kepada pengasuh pondok pesantren tersebut.

Taslim berharap agar bantuan yang diberikan itu bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga bisa menjadi pendapatan sendiri bagi ponpes.

“Sehingga target kami untuk menguatkan ponpes ini dari segi ekonomi dan kemandirian itu bisa terwujud,” harapnya. (RIFAY)