PKS se-Sulawesi Dukung Salim Aljufri-Andi Amran Sulaiman Jadi Capres

oleh -

PALU – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se Sulawesi mendukung Dr. Salim Segaf Aljufri dan Andi Amran Sulaiman menjadi calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.

Hal itu diungkapkan Ketua DPP PKS bidang Pembinaan Wilayah (BP) Sulawesi Surya Darma, usai Rapimnas di Jakarta.

“Ya saya sudah bicara dengan hampir seluruh ketua DPW PKS Se Sulawesi tentang capres 2024 mendatang. Mereka menyebut 2 nama : Dr.Salim dan Dr. Andi Amran Sulaiman,” kata Surya, pria Bugis kelahiran Makassar tahun 1966 ini.

Dr. Salim adalah Ketua Majelis Syuro PKS yang merupakan ketua tertinggi dalam struktur PKS, dalam hal ini sebagai Ketua Dewan Syuro.

Sementara Dr. Andi Amran Sulaiman (AAS) adalah tokoh muda dari Sulsel. Mantan Menteri Pertanian dalam kabinet Jokowi-Jusuf Kalla 2014-2019.

Surya menjelaskan, Dr. Salim adalah sosok intelektual yang memiliki pengalaman di pemerintahan cukup lama.

“Beliau mantan Dubes kita di Saudi Arabia dan Menteri Sosial di kabinet SBY 2009-2014. Dr. Salim adalah guru panutan bagi PKS karena beliau juga seorang ulama. Selain itu, Dr.Salim punya pergaulan luas dan selalu mendorong jajarannya membuka komunikasi dengan seluruh anak bangsa lintas suku, agama, dan ras,” jelas Surya.

Secara pribadi, kata dia, dirinya punya kedekatan dengan Dr. Salim karena ia merupakan mahasiswanya dari tahun 1986-1990 di Fakultas Syariah, LIPIA, Jakarta.

Adapun sosok Andi Amran Sulaiman, kata Surya, adalah sosok handal yang jejak pengalaman pemerintahannya berhiaskan keberhasilan.

“Indonesia mengalami swasembada pangan tahun 2016 sewaktu Andi Amran Sulaiman jadi Menteri Perranian. Indonesia juga mencatat kenaikan nilai ekspor pertanian yang signifikan sebagai turunan dari kebijakan mekanisasi pertanian yang beliau terapkan secara massif sewaktu menjabat Mentan,” ujarnya.

Surya juga melihat Andi Amran Sulaiman sebagai model teladan anak bangsa yang gigih meraih masa depan hidupnya melalui kerja keras dan pendidikan.

“Andi Amran itu meski bangsawan bugis, tapi ia miskin secara ekonomi. Saya sudah mengenalnya ketika masih bekerja sebagai karyawan PTPN dan merintis usaha racun tikus yang kemudian menghantarkannya meraih penghargaan dari pemerintah pusat,” tutup Surya. *