PALU, MAL – Pesantren Kader Dasar Alkhairaat (PKDA) angkatan pertama diarahkan untuk memperkuat pemahaman ideologi organisasi, karakter, dan komitmen kebangsaan kader dalam meneruskan perjuangan pendiri Alkhairaat, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.

Sekretaris Jenderal Brigade 99 Garda Alkhairaat, Ibrahim R. Mangge, mengatakan PKDA yang dijadwalkan berlangsung awal November mendatang tidak boleh sekadar menjadi kegiatan pendidikan organisasi atau agenda seremonial, tetapi harus menjadi ruang pembentukan karakter dan penyamaan orientasi perjuangan kader.

“PKDA tidak boleh dipandang sebatas kegiatan pendidikan organisasi atau agenda seremonial. Kegiatan ini harus menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus penyamaan gagasan dan orientasi perjuangan kader dalam membumikan nilai-nilai Alkhairaat,” kata Ibrahim, Sabtu (17/10) sore.

Ia menjelaskan, Guru Tua telah meletakkan fondasi perjuangan Alkhairaat melalui pendidikan, dakwah, dan keteladanan kepada umat. Warisan tersebut, menurut dia, harus diteruskan generasi kader dengan memadukan pemahaman keagamaan, kemuliaan akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap bangsa.

“Penguatan agama dan pembangunan bangsa tidak harus ditempatkan dalam dua ruang yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui pendidikan yang membentuk manusia berilmu, berakhlak,” ujarnya.

Ibrahim menilai, penguatan kader melalui PKDA semakin penting di tengah dinamika sosial yang kompleks. Kader Alkhairaat tidak cukup hanya memahami ajaran agama dan memiliki loyalitas terhadap organisasi, tetapi juga perlu mengembangkan kedewasaan berpikir, integritas moral, dan kesadaran kebangsaan.

“Kader Alkhairaat harus mampu memadukan identitas keislaman, kealkhairaatan, dan keindonesiaan dalam orientasi pengabdian yang saling menguatkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan PKDA perlu dirancang sebagai proses pendidikan yang tidak hanya mengandalkan penyampaian materi melalui ceramah, tetapi juga membangun pengalaman dan pembiasaan. Diskusi, kerja kelompok, refleksi sejarah perjuangan Guru Tua, simulasi penyelesaian konflik, hingga pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kader.

“PKDA harus menjadi ruang pembentukan kader yang mampu memadukan kekuatan iman, kemuliaan akhlak, kecintaan terhadap tanah air, dan kesediaan mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya.