Pj Bupati Donggala Mengaku Belum Dapat Laporan Terkait 5 Kades Korupsi

oleh -
Pj Bupati Donggala Moh Rifani Pakamundi diapit oleh kadis Kominfo (Kiri) Anhar dan (kanan) assisten I Moh Yusuf, saat memberikan keterangan kepada sejumlah media saat coffe morning di Kelurahan Tg Batu. (Foto: Irma/media Alkhairaat)

DONGGALA – Pj Bupati Kabupaten Donggala Moh Rifani Pakamundi mengaku belum mendapat laporan dari Kepala inspektorat Kabupaten Donggala Hasan Nurdin, terkait lima kepala desa (Kades) di Kabupaten Donggala yang diduga melakukan korupsi Dana Gerakan Cepat (Gercep) Pengentasan Kemiskinan, yang merupakan dana hibah dari Provinsi Sulawesi Tengah, sebesar 6,8 miliar lebih.

“Saya juga baru tahu pada hari ini ada kasus tersebut. Harusnya inspektorat itu melaporkan kepada saya kasus itu. Masalah seperti apa, sejauh mana penanganannya, tapi sampai saat ini belum ada dilaporkan kepada saya.

“Saya juga heran kenapa inspektorat belum laporkan masalah itu kepada saya,” ungkap PJ Bupati Donggala Moh Rifani Pakamundi kepada sejumlah media di Warkop Tamaki 77 Kelurahan Tg Batu, Jumat (16/2).

Dia berharap inspektorat memeriksa kelima kades itu dengan tegas, karena penyelewengan anggaran tersebut mempengaruhi angka kemiskinan.

“Sebenarnya kita itu harus berterimakasih kepada bapak gubernur Sulteng sudah memberikan dana hibah gercep pengentasan kemiskinan, karena saat ini Kabupaten Donggala berada di posisi peringkat 12 Kabupaten termiskin di Sulteng.

“Janganlah kita selalu berada di peringkat paling bawah. Mari kita berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan di kabupaten Donggala ini, supaya masyarakat sejahtera dan pembangunan kotanya meningkat,” ujar Rifani.

Sementara, sebelumnya diberitakan, Kepala Inspektorat Kabupaten Donggala Hasan Nurdin mengatakan, ada lima kepala desa yang diduga melakukan korupsi dana gercep pengentasan kemiskinan yakni, Kades Desa Rano di Kecamatan Balesang Tanjung, Desa Siweli di Balesang, Desa Bou di Kecamatan Sojol, Desa Sigi Kecamatan Sirenja dan Kades Desa Lumbu Tengah Kecamatan Banawa Selatan.

Saat ini inspektorat masih melakukan penyelidikan terhadap 5 kades yang diduga korupsi dana gercep pengentasan kemiskinan tersebut.

Reporter: Irma/Editor: Nanang