Petani Garam Talise Terancam Gagal Panen

oleh -

PALU- Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas II Mutiara Sis Aljufri Palu memprediksi sejumlah daerah Sulawesi Tengah sepekan kedepan masih berpotensi hujan ringan dan deras.

Hal tersebut berdampak pada sejumlah petani garam Talise salahsatunya Agus. Ia menuturkan, akibat hujan turun beberapa hari, tambak garam diolahnya belum bisa panen garam. Biasanya bila cuaca panas , ia bisa panen garam 4 atau 5 hari.

“Tapi kalau hujan begini, belum ditahu kapan bisa panen,” katanya ditemui saat beristirahat di pondoknya, Rabu (8/5).

Ia mengatakan, dalam satu tambak garam dihasilkan berbeda-beda ,tergantung luasan tambaknya biasanya 3 sampai 4 karung.

Bila cuaca panas sebut dia, dalam sebulan bisa panen sampai empat kali , tapi bila cuaca hujan biasa hanya dua kali panen dalam sebulan, kadang tidak panen.

Ia mengatakan, untuk pasaran harga garam konsumsi berwarna putih bersih dihargai 150 ribu perkarungnya,sedangkan garam berwarna hitam dihargai Rp100 ribu perkarung.

Salahsatu penjual garam Talise menjajakan garamnya disepanjang Jalan Yos Sudarso Kota Palu, Reny mengatakan,harga garam dipasaran juga tergantung cuaca.

“Bila cuaca cerah, harga garam alami penurunan , sebab stok petani garam melimpah, sedangkan bila cuaca hujan harga garam alami kenaikan,” tutur ibu tiga anak tersebut.

Reporter: IKRAM
Editor: NANANG