Perjuangkan Tanahnya Sendiri, Ale Ditangkap Polisi

oleh -
Kordinator masyarakat pemilik lahan eks tambak udang Batui, Febriyanto Hado alias Ale di dalam sel tahanan, Polres Banggai.

Banggai- Kordinator masyarakat pemilik lahan eks tambak udang Batui, Febriyanto Hado alias Ale ditangkap tengah malam sekitar pukul 23.00 Wita oleh beberapa anggota polisi Polres Banggai, Jumat, 5 Januari 2024.

Penangkapan dilakukan diduga sarat kriminalisasi. Pasalnya, sebelumnya Ale dan puluhan warga pemilik eks lahan tambak udang Batui melakukan aksi demo di Kantor Bupati Banggai.

Ale sendiri satu dari puluhan warga pemilik eks lahan tambak udang berjuang atas tanah leluhurnya.

Dalam surat perintah penangkapan nomor : Sp.Kap/63/Res.1.24./2024/Reskrim oleh Polres Banggai, Febriyanto Hado alias Ale diduga melakukan pengancaman sebagiamana pasal 355 KUHP di lokasi eks tambak udang Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui.

Padahal menurut Jenie, istri Ale bahwa suaminya hanya cekcok secara verbal terhadap pihak perusahaan PT. Matra Arona Banggai. Disebabkan, pihak perusahaan tetap melalukan aktifitas di lahan warga walaupun telah menandatangani pernyataan mengeluarkan alat dari lahan warga.

“Menurut suamiku, dia hanya meminta pihak perusahaan untuk tidak melakukan aktivitas karena Menejer berjanji tidak melakukan aktivitas sampai adanya penyelesaian tapi setelah pulang dari demo sekitar pukul 23.00 WITA, suami saya pulang ke rumah kemudian di jegat didepan rumah dan langsung dibawa ke Polres Banggai,” ungkap Jenie.

Diketahui ini bukan kali pertama Ale diperiksa. Sebelumnya pihak perusahaan melaporkan Ale dengan tiga kasus berbeda antaranya Pemalsuan dokumen, pembuatan portal perlawanan rakyat, hingga dituduh melakukan pengancaman.

Atas penangkapan tersebut, mahasiswa dan masyarakat tergabung dalam Aliansi akan melakukan aksi demo di Polres Banggai, serta menyurati secara resmi kepada Presiden, Kompolnas, Komnas HAM, kantor Staf Presiden dan Menkopolhukam.

Reporter: ***/IKRAM
Editor: NANANG